DTW Tanah Lot Tak Gelar  ’’Open House’’

Tahun ini manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot tak menggelar open house yang merupakan kegiatan rutin setiap menjelang akhir tahun.

NATARU  - Sebelum pandemi Covid-19, Tanah Lot selalu kebanjiran wisatawan pada momen Nataru.

Tabanan (bisnisbali.com) –Tahun ini manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot tak menggelar open house yang merupakan kegiatan rutin setiap menjelang akhir tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya ajang ini selalu diadakan sebagai ungkapan terima kasih kepada para pelaku pariwisata sekaligus promosi untuk meningkatkan kunjungan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, mengungkapkan  kegiatan open house ditiadakan tahun 2020. Kebijakan ini sebagai komitmen manajemen DTW Tanah Lot yang ikut berperan mencegah penyebaran Covid-19 dengan tidak membuat kegiatan yang memicu munculnya kerumunan orang banyak. “Tahun ini karena pandemi Covid-19, kami tiadakan kegiatan rutin open house. Sebagai gantinya dalam rangka promosi, kami akan carikan upaya lain nantinya. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 bisa segera berakhir,” tuturnya di Tabanan, Rabu (16/12).

Di sisi lain, Toya menjelaskan saat ini jumlah angka kunjungan wisatawan ke objek yang mengandalkan keindahan pura di tengah pantai ini sudah mulai melonjak, meski hanya mengandalkan wisatawan domestik. Peningkatan tersebut tercermin dari rata-rata kunjungan yang sudah naik dengan berada di kisaran 500-600 orang pada Senin hingga Jumat  dan melonjak kembali mencapai 1.000 orang per hari pada Sabtu dan Minggu.

“Saat ini kunjungan sudah mulai naik. Tren lonjakan ini terjadi sejak momen libur bersama pada Oktober lalu. Ini ditopang juga oleh sejumlah kegiatan yang digelar oleh pemerintah pusat dalam rangka mendongkrak pariwisata Bali,” ujarnya.

Ia memprediksi pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti tren lonjakan wisatawan ke DTW Tanah Lot kemungkinan sedikit terdampak menyusul adanya sejumlah ketentuan terkait hasil negatif uji swab berbasis PCR dan wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang wajib dikantongi wisatawan ke Bali. Namun, di sisi lainnya  ketentuan tersebut akan membuat wisatawan yang berlibur ke Bali merupakan orang yang benar-benar sehat.

Sementara terkait antisipasi pencegahan Covid-19, DTW Tanah Lot sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat kepada setiap wisatawan yang datang. Di antaranya, mewajibkan wisatawan tetap mengenakan masker dengan benar selama berada di kawasan dan rajin mencuci tangan di tempat yang disediakan di sejumlah titik di lapangan. *man

BAGIKAN