Dr. Made Sudjana Berikan Motivasi

PADA usia yang tergolong lanjut, Dr. Made Sudjana berupaya terus produktif dan menghasilkan karya yang dapat membersihkan sumbangsih bagi bangsa dan juga masyarakat Bali.

PADA usia yang tergolong lanjut, Dr. Made Sudjana berupaya terus produktif dan menghasilkan karya yang dapat membersihkan sumbangsih bagi bangsa dan juga masyarakat Bali. Melalui buku yang berjudul ”Sang Motivator”, Sudjana ingin memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tidak mudah menyerah dan terus berbenah melakukan yang terbaik.

Ia mengatakan, buku ”Sang Motivator” ini dibuat karena selama dua tahun rutin tiap hari, ia mengirimkan gambar yang berisi kata-kata mutiara kepada teman-temannya. Kata-kata mutiara itu merupakan quote dari tokoh-tokoh terkenal dunia. Quote itu kemudian dimasukkan ke dalam buku itu kemudian diberikan komentar selaku yang dianggap motivator kemudian dibagikan setiap malam ke 200 orang selama dua tahun nonstop, sehingga dari kata-kata mutiara selama 2 tahun telah menghasilkan  sebanyak 800 kata-kata mutiara.

“Akhirnya saya memiliki prinsip untuk disusun menjadi sebuah buku. Baru kemudian buku ini selesai seminggu lalu, kemudian dicetak,” kata Sudjana.

Sebelumnya ia juga pernah membuat buku yang berjudul ”Rekam Jejak Sang Motivator”. Dalam buku pertamanya itu, ia menuliskan mengenai reading comedy atau sesuatu yang dianggap lucu dimasukkan sebagai hiburan, selama bekerja 35 tahun di Waskita Karya.

Dalam buku “Sang Motivator” juga menceritakan beberapa pengalamannya, seperti ketika ditugaskan ke tempat-tempat terpencil yang mana tujuannya untuk memotivasi agar tidak perlu takut jika ingin bekerja di tempat terpencil.

Buku ini menggunakan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris supaya  orang asing yang membacanya mengerti juga apa yang ditulis dalam buku ini. Bahkan, dalam buku keduanya ini ada sekitar 30 orang asing yang ikut mengomentari isi bukunya.

Buku “Sang Motivator” ditulis tujuannya untuk memotivasi seluruh pensiunan khususnya eks pegawai Waskita Karya agar tetap bekerja keras walaupun sudah pensiun, serta tetap memiliki semangat kerja optimal, dan jangan berhenti berkarya.

“Seperti naik sepeda tanpa mengayuh terus menerus, maka sepeda itu akan jatuh. Artinya kita di dunia ini jika tanpa kegiatan, bisa kehilangan semangat hidup,” kata Sudjana. *pur

BAGIKAN