DPRD Karangasem Sahkan Empat Perda, Ajukan Ranperda Inisiatif Tentang Perlindungan Petani dan Nelayan

DPRD Karangasem,  menggelar sidang paripurna.

DPRD Karangasem mengesahkan tiga Raperda menjadi Perda,  serahkan pokok pikiran kepada Bupati dan usulkan dua Raperda inisiatif Dewan.

Amlapura (bisnisbali.com) –DPRD Karangasem,  menggelar sidang paripurna. Pada sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua 1 DPRD Karangasem Nengah Sumardi, didampingi Wakil Ketua DPRD menyetujui dan mengesahkan empat Ranperda menjadi Perda.

Keempat Perda baru itu, di antaranya, Perda Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan, Perda Tentang Penyelenggaraan  Cadangan Pangan Daerah,  dan Perda Tentang Perubahan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah  Tahun 2016-2021  Karangasem.

Disetujuinya pengesahan keempat ranperda itu menjadi perda, karena semua Fraksi di DPRD Karangasem bulat menyetujui pengesahan keempat ranperda itu menjadi perda. Sejumlah fraksi memberikan catatan, seperti Fraksi PDI-P menyampaikan setelah perda-perda  itu disahkan,  Bupati Karangasem agar segera menerbitkan peraturan bupati untuk pelaksanaan perda tersebut.  Sementara Fraksi Partai Golkar dan Fraksi  Nawa Satya Nasdem minta agar perda itu disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Selain itu juga Dewan menyampaikan pokok-pokok pikiran (pokir). Pokir itu berisi tentang usulan  pembangunan, hasil dari penyerapan aspirasi anggota DPRD Karangasem, saat reses dewan, 27 – 28 Februari 2020 lalu. Aspirasi masyarakat yang dirangkum dalam pokir itu, diminta agar diakomodasi untuk dilaksanakan pada APBD perubahan 2020 atau pun APBD induk 2021.

Sementara itu,  Anggota DPRD Karangasem I Wayan Pura Arnawa memprakarsai penyampaikan usulan  agar DPRD Karangasem dan eksekutif  memberikan perlindungan kepada petani dan nelayan.

Pura Arnawa anggota Fraksi PDIP asal Seraya Timur itu  mengajukan Ranperda tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, serta perlindungan nelayan.  Rancangan kedua Perda  itu, langsung diserahkan kepada Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri di depan sidang paripurna.

Ditemui usai sidang paripurna itu, Bupati Mas Sumatri mengatakan, kedua ranperda tentang perlindungan dan pemberdayaan petani dan nelayan itu sangat bagus. ‘’Bagus, bagus,’’ ucap Mas Sumatri . *adv

BAGIKAN