Dorong Ekonomi Kerakyatan, Bank Tingkatkan Plafon KUR Mikro Jadi Rp50 Juta

Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan modal bagi UMKM yang makin meningkat akibat laju inflasi dan peningkatan produktivitas

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam rangka menyesuaikan kebutuhan modal bagi UMKM yang makin meningkat akibat laju inflasi dan peningkatan produktivitas maka pemerintah juga meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dari semula maksimal Rp25 juta per debitur kini menjadi Rp50 juta per debitur.

“Peningkatan plafon KUR mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta per debitur juga dalam rangka memperluas UMKM mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga yang rendah 6 persen efektif per tahun,” kata Pemimpin BRI Kantor Wilayah Denpasar, Ida Bagus Ketut Subagia di Renon, Selasa (25/2).

Ia mengatakan, penyaluran KUR di sektor produksi mencapai 60 persen dan 40 persen sektor lainnya, dengan suku bunga KUR saat ini adalah 6 persen.

Menurutnya kredit KUR, baik mikro dan kecil diperuntukkan untuk masyarakat yang memiliki usaha feasible tetapi belum bankable. Bank BUMN ini ingin lebih banyak lagi manfaat KUR bagi masyarakat luas agar perekonomian makin menggeliat.
Ia pun menyebutkan syarat untuk mendapatkan KUR BRI sangat mudah. KUR mikro hanya dengan menyerahkan identitas diri (foto copy e-KTP & KK) serta surat izin usaha. Untuk KUR kecil perlu tambahan NPWP dan dokumen agunan.

Terkait meningkatnya target penyaluran KUR pada 2020, bank ini tetap optimis dapat menyalurkannya sesuai target, bahkan melampaui. Hal ini terlihat dari pencapaian KUR pada 2019, dari target 4,8 triliun, Kanwil BRI Denpasar mampu menyalurkan mencapai Rp5,9 triliun atau123,52 persen.

“Kami berharap, masayarakat antusias merespon program KUR ini untuk mendorong dan meningkatkan ekonomi kerakyatan yang saat ini dicanangkan pemerintah, “ paparnya.
Ia pun menyebutkan pada 2020, bank pimpinannya dipercaya untuk menyalurkan KUR mencapai Rp8,1 triliun untuk tiga propinsi di bawah kelolaannya, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah ini naik dibandingkan 2019 mencapai Rp4,8 triliun. “Kami optimis akan mampu menyalurkan KUR lebih banyak lagi ke sektor-sektor produktif di wilayah Bali, NTB, dan NTT, “ ucap Ida Bagus Ketut Subagia.

Dari kuota Rp8,1 triliun tersebut, sebesar Rp6,7 triliun akan disalurkan lewat KUR mikro dan Rp1,4 triliun KUR kecil. Khusus untuk Wilayah Bali target penyaluran KUR mikro pada 2020 mencapai Rp3,4 triliun dan KUR kecil Rp721 miliar.*dik

BAGIKAN