Dorong Arak Bali Jadi Minuman Populer dan Usaha  

Arak sebagai minuman tradisional khas Bali diharapkan mampu memberikan nilai ekonomis bagi para perajin.

KEMASAN - Salah satu desain kemasan arak yang dilombakan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Arak sebagai minuman tradisional khas Bali diharapkan mampu memberikan nilai ekonomis bagi para perajin. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan guna mendorong arak Bali menjadi minuman populer dan usaha yang bisa dikembangkan.

Peraturan Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang memberi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha di bidang itu. Selanjutnya pendampingan dan edukasi dilakukan baik oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Seperti yang digelar belum lama ini, tim terpadu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali dan Karangasem, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Bea Cukai Denpasar, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem, unsur Polisi PP dan kepolisian kembali turun melakukan pembinaan terhadap petani dan pengepul arak di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi para produsen dan pengepul arak sebagai langkah untuk mengamankan implementasi Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Melalui kegiatan ini, tim terpadu ingin meluruskan pemahaman masyarakat tentang legalisasi arak mengacu pada Pergub 1/2020 karena di lapangan ada penafsiran bahwa segala macam jenis arak sudah legal dengan adanya pergub ini.

Selanjutnya untuk meningkatkan nilai jual, kemasan memiliki peran penting saat ini. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali menggelar lomba desain kemasan arak. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta dalam acara lomba yang bertempat di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (31/5) lalu, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengeksplorasi teknik pengemasan makanan olahan sebagai salah satu cara meningkatkan image brand (citra merek) produk. “Bali merupakan daerah tujuan wisata yang memberikan dampak kepada perekonomian masyarakat, salah satunya perajin arak. Produk minuman arak khas Bali dapat dijadikan sebagai oleh-oleh, sovenir dan welcome drink di hotel,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan  ini sesuai arahan Gubernur Bali untuk mempercepat pembangunan industri olahan pangan berbasis budaya branding Bali (arak, brem, jus, kopi, kakao, garam dan lain-lain) untuk kebutuhan domestik, pemenuhan pasar dalam negeri dan pasar ekspor. *wid

BAGIKAN