Dongkrak Produksi Panen hingga 30 Persen, Penggunaan Pupuk Berimbang terus Digenjot

Guna mencapai swasembada pangan, pemerintah pusat terus menggenjot peningkatan produksi sekaligus pengasilan bagi petani, termasuk juga di Bali yang merupakan salah satu sentra produksi penopang kebutuhan nasional selama ini.

Panen demplot dengan menggunakan teknologi pemupukan berimbang di Subak Baluk, Desa Kaliakah

Jembrana (bisnisbali.com) –Guna mencapai swasembada pangan, pemerintah pusat terus menggenjot peningkatan produksi sekaligus pengasilan bagi petani, termasuk juga di Bali yang merupakan salah satu sentra produksi penopang kebutuhan nasional selama ini. Bercermin dari itu, PT., Pupuk Kaltim sebagai mitra petani sebagai mitra petani terus lakukan sosialisasi penggunaan pupuk berhimbang, mengingat dari hasil uji kelayakan penggunaan pola tersebut mampu tingkatkan hasil pertanian 15-30 persen.

Kepala Kantor Pemasaran Bali PT., Pupuk Kaltim Bp. Rinda Sudaryanto, di sela-sela panen raya demontration plot (Demplot) padi dengan menggunakan pupuk berimbang di Subak Baluk, Desa Kaliakah, Jembrana, belum lama ini mengungkapkan, sebagai mitra petani dalam hal ini sebagai penyedia kebutuhan pupuk urea bersubsidi terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan pupuk yang baik dan benar (pupuk berhimbang). Sosialisasi tersebut dilakukan salah satunya melalui demplot disejumlah titik.

“Demplot ini kami lakukan agar dapat mensosialisasikan sebagai mana yang diharapkan. Makin berhasil program Demplot ini, maka edipikasi atau penularan dan pembelajaran terhadap petani akan mendapatkan hasil yang baik” tuturnya.

Jelas Rinda, selama 2019 secara nasional PT., Pupuk Kaltim diseluruh wilayah kerja telah melakukan Demplot mencapai 100 titik dengan total luasan 50 hektar, sedangkan untuk di Bali Demplot sudah dilakukan di 5 titik. Salah satunya, ada di Subak Baluk, Desa Kaliakah, Kabupaten  Jembrana. Katanya, untuk Demplot di Desa Kaliakah ini menggunakan varietas benih Sertani 13 dengan luasan mencapai hektar.

Paparnya, dari luasan Demplot tersebut dibagi menjadi dua perlakuan dengan menggunakan pupuk berimbang. Yakni, perlakuan 1 dengan menggunakan hayati 50 are, pupuk organik 250 kg, NPK pelangi 20-10-10 mencapai 150 kg, urea daun buah mencapai  100 kg, dan ecofert 10 kg. Sementara untuk perlakuan 2 menggunakan non hayati di luasan 50 are, memanfaatkan pupuk organik mencapai 250 kg, NPK pelangi 20-10-10 mencapai 150kg, dan urea daun buah 100 kg.

Sambungnya, pola penanaman Demplot masing-masing perlakukan tersebut seperti tanam padi pada umumnya. Yakni,  pola tegel. Hasilnya, saat panen pola pupuk berimbang ini, hasilnya yang didapat dalam bentuk gabah kering panen (GKP) sangat signifikan dari sebelumnya. Betapa tidak terangnya, dari perlakuan 1 hasil yang diperoleh hasil ubinan mencapai 10,4 .ton per hektar GKP, sedangkan untuk perlakuan 2 dari hasil ubinan mencapai 57,6 ton per hektar GKP.

“Jumlah didapat dengan pupuk berimbang ini jauh di atas dari kondisi panen sebelumnya yang hanya mampu mengantongi 8 ton per hektar GKP,” tandasnya.
Melihat hasil yang didapat dari Demplot menggunakan pupuk berimbang, Putu Adil yang merupakan petani sekaligus pemilik lahan digunakan sebagai Demplot merasa sangat dibantu dengan adanya program menggunakan teknologi pemupukan berimbang. Adil bahkan berencana akan mencoba menggunakan teknologi pemupukan berimbang nonsubsidi NPK pelangi pada musim tanam yang akan datang.

“Teknologi penggunaan pemupukan berimbang ini sangat membantu meningkatkan hasil produksi, dan saya harap Pupuk Kaltim agar terus melaksanakan program ini sekaligus untuk meningkatkan pendapatan petani nantinya,” harapnya.*man

BAGIKAN