Diversifikasi Ekonomi agar Bali Kuat Terhadap Goncangan

Pemerintah akan membuat berbagai kebijakan untuk melakukan diversifikasi ekonomi agar ekonomi Bali lebih tahan terhadap goncangan khususnya di tengah wabah Covid-19.

Luhut B. Pandjaitan

Denpasar (bisnisbali.com) – Pemerintah akan membuat berbagai kebijakan untuk melakukan diversifikasi ekonomi agar ekonomi Bali lebih tahan terhadap goncangan khususnya di tengah wabah Covid-19. Bali merupakan salah satu daerah pariwisata yang mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, utamanya dalam hal percepatan pemulihan ekonomi.

“Kita siapkan kebijakan jangka pendek dan jangka menengah untuk mengembangkan ekonomi Bali,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan saat membuka Forum Investasi Bali di Nusa Dua baru-baru ini.

Ia menyatakan pengembangan ekonomi Bali dari sektor industri kreatif, pendidikan tinggi, energi terbarukan, pertanian dan wisata kesehatan. Selain itu, beberapa program yang sedang dikerjakan di Bali seperti pengembangan kegiatan ekonomi digital di sektor industri kreatif, peningkatan sumber daya manusia, program kehidupan sehat dan harmoni menopang sektor agrikultur hingga pengayaan energi terbarukan.

Program-program tersebut diyakini akan membawa keuntungan besar terhadap para investor sebab untuk sektor industri kreatif saja pemerintah telah menggerakkan 14 juta hingga 15 juta UMKM yang sudah onboarding secara digital yang ditargetkan pada 2024 menjadi 30 juta. Sementara di sektor energi terbarukan Bali telah memiliki program tempat olah sampah setempat sebagai bagian dari program bersih-bersih guna menjawab problematika sampah plastik khususnya di pantai. Di samping itu, program merestorasi terumbu karang yang dapat dilakukan oleh penduduk lokal dan turis saat berkunjung ke Bali.

Menko Luhut dalam forum bertajuk ‘’Rethinking and Reinventing Bali Post Covid-19’’ menyebutkan, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah membuka peluang investasi dari negara-negara sahabat. Pemerintah mengajak negara-negara mitra untuk berinvestasi di Pulau Dewata.

Pemerintah juga melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada penduduk untuk mencapai kekebalan komunal. Di Bali, penyuntikan kepada 1,5 juta penduduknya ditargetkan selesai pada Mei 2021 sebagai wujud penerapan pedoman pariwisata yang mementingkan CHSE, yaitu kebersihan, kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

“Kita upayakan sampai bulan depan sudah bisa melakukan vaksinasi kepada 1,8 juta orang atau mendekati 2 juta dan April-Mei bisa tambah 1 juta orang. Harapan kami, pada Juli sudah terbentuk herd immunity (kekebalan kelompok) dan Bali jadi green zone,” tegas Menko Luhut.

Dengan terbentuknya herd immunity, dia berharap Bali dapat segera membuka akses untuk wisatawan asing meskipun kunjungan wisatawan domestik juga didorong penambahannya. *dik

BAGIKAN