Diuji Coba, E-Parkir di Pasar Beringkit

Sistem parkir elektronik alias e-parkir yang dirancang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mangu Giri Sedana Badung di Pasar Beringkit kini sudah dilakukan tahap uji coba

Mangupura (bisnisbali.com) – Sistem parkir elektronik alias e-parkir yang dirancang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mangu Giri Sedana Badung di Pasar Beringkit kini sudah dilakukan tahap uji coba. Tahap uji coba  sudah dilakukan dari minggu lalu.

Hanya staf yang menjaga mengaku masih kebingungan dalam pengoprasiannya, termasuk pengunjung yang datang di Pasar Beringkit.

Pantauan di lapangan, kebingungan antara petugas dan pengunjung yang datang ke pasar beringkit sangat terlihat. Banyak warga yang masuk ke Pasar Beringkit dengan menggunakan sepeda motor, masuk melalui jalur roda empat. Selain itu petugas yang menjaga terasa kebingungan jika banyak antrean di jalur keluar.

Beberapa pengunjung yang datang ke Pasar  Beringkit pun terlihat masih diarahkan oleh petugas untuk masuk sesuai kendaraan yang digunakan. Misalnya kusus pengendara sepeda motor diarahkan kekanan yang merupakan jalur pintu masuk kendaraan roda dua.

Salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya saat berjaga mengaku, penerapan e-parkir ini belum diketahuinya kapan akan berlaku. Untuk para pedagang yang keluar masuk pasar belum mendapat sosialisasi terkait hal tersebut.

“Belum tau saya kapan akan dibuka secara resmi. Pedagang belum dapat sosialisasi. Kami di sini belajar mengoprasikannya dulu,” ungkap salah satu petugas saat ditemui Jumat (29/11) kemarin.

Pihaknya pun menyadari, dalam penerapan e-parkir ini pengujung belum sepenuhnya tahu. Dengan begitu, perlu diarahkan bagaimana mereka masuk dan keluar. Ia pun mengaku kusus di hari minggu penerapan e-parkir ini sangat sulit. Banyak pengunjung yang keluar masuk pasar.

“Kalau hari minggu ribet, terutama di pintu keluar. Hal ini karena kita harus mengetik nomor plat kendaraan tersebut, jika karcis atau tiket pengunjung hilang. Jadi di pintu keluar banyak yang mengantre,” bebernya.

Permasalahan tersebut, diakuinya saat banyaknya pengujung menggunakan kendaraan roda dua. Terkadang katanya, saat plang dibuka untuk roda dua yang membayar parkirpengendara sepeda motor  yang diblakang nerobos keluar. “Sebenarnya kalau karcis itu utuh gampang, kita hanya scad barcode yang ada, namun kenyataannya kercis itu saat disetor sudah rusak, dan terkadang ilang, sehingga kita harus mengetik plat nomor yang akan keluar,” ungkapnya.

“Kondisi pos penjagaan parkir juga sangat panas, hanya ada kipas angin saja didalam. Begitu juga tata letak jalur masuk juga salah. Semestinya sepeda motor di sebelah utara dan mobil diselatan. Sehingga kini kebanyakan kendaraan roda dua masuknya melalui jalur mobil,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra tak menampik bahwa alat parkir elektronik sudah terpasang. Ia juga membenarkan kalau e-parkir tersebut masih dalam tahap uji coba. “Masih uji coba dan sinkrunisas dan beberapa perlu penyempurnaan,” ungkapnya singkat.

Dikonfirmasi lebih lanjut, terkait kapan akan dibuka, dan masalah yang dihadapi pada tahap uji coba, ia enggan berkomentar dan tidak lagi memberikan keterangan  melalui pesan WA-nya. *sar

BAGIKAN