Ditransaksikan Rp 3.000 per Kg, Harga Manggis Petani di Tabanan Jeblok

Harga jual manggis di tingkat petani di Kabupaten Tabanan turun drastis alias jeblok saat ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Harga jual manggis di tingkat petani di Kabupaten Tabanan turun drastis alias jeblok saat ini. Betapa tidak, harga yang biasanya diperdagangkan di petani di atas Rp 10.000 per kg, kini harga buah ini turun hingga menyentuh Rp 3.000 per kg.

Direktur PT., Bagus Segar Utama sekaligus eksportir manggis, I Wayan Artika, di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan Tabanan, Jumat (3/4) mengungkapkan, anjloknya harga jual manggis di tingkat petani di Tabanan ini seiring dengan adanya musim panen raya yang akan mencapai puncaknya pada Mei mendatang. Imbuhnya, bercermin dari melimpahnya pasokan tersebut, kondisi itu juga membuat kebutuhan manggis untuk pasar ekspor menjadi terpenuhi.

“Rata-rata kami menyerap produksi manggis petani ini untuk kebutuhan ekspor bisa mencapai 2.000-3.000 keranjang per hari atau sekitar 20 ton untuk kualitas super,” tuturnya.
Di sisi lain jelas Artika, selain karena musim panen, anjloknya harga manggis ditingkat petani ini juag disumbang oleh adanya pembatasan oprasional pasar tradisional yang diterapkan oleh sejumlah kabupaten/kota di Bali pascamerebaknya virus Corona (Covid -19). Katanya, pembatasan oprasional tersebut membuat distribusi barang (manggis) dari petani ke pasar tradisional menjadi tersendat, sehingga banyak produksi di tingkat petani yang tidak bisa tersalurkan dengan maksimal saat ini.

“Sementara untuk melempar penjualan manggis ke pasar antarpulau, bukan menjadi pilihan yang menarik saat ini. Sebab, harga manggis di Jawa juga sama, di jual dengan harga sangat murah sehingga tidak menutupi untuk biaya pengiriman,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan, Petani manggis dari Banjar Kebon Jero Kauh, Desa Munduk Temu, Pupuan, Ketut Suardika. Kata dia, harga manggis di tingkat petani sangat jatuh saat ini. Selain itu, kondisi itu membuat banyak manggis yang tidak laku dan akhirnya terbuang.

“Harga murah membuat banyak manggis yang tidak dipetik oleh petani karena tidak laku di pasaran. Akibatnya, banyak manggis yang terbuang percuma,” tandasnya.
Akuinya, kalau dipetik, ongkos petiknya tidak sesuai dengan harga jual. Paparnya, saat ini ongkos petik manggis Rp 2.000 per kg. Jadi daripada rugi, petani lebih memilih tidak memetik manggis karena dipastikan rugi.*man

BAGIKAN