Distributor Sebut Alasan Masker Langka

Kelangkaan masker yang terjadi di sebagian besar toko, apotik hingga distributor alat kesehatan dikarenakan adanya kendala dari pabrik yang kekurangan bahan baku impor dari Tiongkok dan Eropa.

SIDAK - Sidak yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Denpasar ke beberapa distributor alat kesehatan

Denpasar (bisnisbali.com) –Kelangkaan masker yang terjadi di sebagian besar toko, apotik hingga distributor alat kesehatan dikarenakan adanya kendala dari pabrik yang kekurangan bahan baku impor dari Tiongkok dan Eropa. Hal ini terungkap saat sidak yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kota Denpasar ke beberapa distributor alat kesehatan.

Direktut Sanidata, Roby Kartono salah satu distributor alat kesehatan di Denpasar mengatakan, ketersediaan dari pabrik sedikit.  Menurutnya ada kendala dalam produksi karena bahan baku yang sulit diimpor dari Tiongkok dan Eropa. “Masker memang benar-benar kurang yang kami ambil langsung dari pabrik,” ungkapnya.

Dengan terjadinya kelangkaan masker ini, pihaknya memprioritaskan layanan permintaan terhadap pasienkes setelah itu baru institusi yang melakukan pemesanan dan yang terakhir masyarakat. Dia pun menekankan, jika tidak ada penimbunan yang memang terjadi kelangkaan.  Demikian diaukinya tidak mencari kesempatan menaikkan harga, yang harga sudah tinggi dari pabrik. “Saat ini posisi sudah Rp 150.000 per box isi 50 pcs. Sebelum adanya kasus corona, kita jual Rp25.000 hinga Rp30.000 per box,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Manager Alexa Medica, Hendang Triani. Bahkan dia mengaku saat ini tidak ada stok yang kemungkinan ketersediaan masker akan ada kembali bulan depan. “Estimasi harga sekitar Rp140.000 per box, tapi saat ini stok kosong. Februari awal harga masih Rp50.000 per box,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan jika kenaikan harga sudah dari pabrik yang disebabkan karena mahalnya bahan baku. Untuk saat ini,  dia juga mengaku, mengutamakan kebutuhan rumah sakit.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, mengatakan, sidak dilakukan guna memastikan secara langsung pihak distributor alat-alat kesehatan tidak melakukan penimbunan serta memanfaatkan kesempatan untuk menaikan harga. “Berdasarkan pantauan langsung memang pihak pengelola penjualan alat-alat kesehatan tidak ada yang sengaja menimbun ataupun memanfaatkan momen dengan menaikan harga,” imbuhnya.  *wid

BAGIKAN