Distribusi Kartu Tani Sulit Tembus 100 Persen, Ini Penyebabnya

Jelang akhir tahun, pendistribusian kartu tani yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan terus digenjot.

PETANI – Petani di Tabanan tengah menggarap sawah.

Tabanan (bisnisbali.com) – Jelang akhir tahun, pendistribusian kartu tani yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan terus digenjot. Meski begitu, tahun ini total kartu yang bisa tersalurkan hanya di target mencapai 80 persen.

“Jelang penghujung tahun ini kami terus genjot untuk penyaluran kartu tani kepada calon penerima (petani). Meski begitu kemungkinan tahun ini, dari upaya tersebut belum bisa mencapai seratus persen untuk pendistribusian kartu tani ini,” tutur Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Rabu (2/12).

Dijelaskannya, saat ini pendistribusian kartu tani di Tabanan sudah terus mengalami peningkatan. Terakhir, sudah naik ke posisi 65 persen. Hal itu dikarenakan pihaknya bersama salah satu lembaga perbankan yang ditunjuk pemerintah terus bergerak mendistribusikan kartu tani di sejumlah titik, sehingga saat ini kartu tani sudah menyebar di semua kecamatan.

Harapannya, hingga akhir Desember nanti penyaluran kartu tani terus mengalami peningkatan, meski target peningkatannya mungkin hanya akan mencapai 80 persen. Hal tersebut disebabkan dari total 34.293 orang petani yang diusulkan ke pusat sebagai pemegang kartu tani, jumlah kartu yang sudah diterbitkan oleh pusat belum mencapai 100 persen.

“Tidak mungkin 100 persen, karena kartunya sendiri belum 100 persen terbit atau dicetak oleh pusat saat ini. Artinya, 80 persen ini hanya untuk capaian dari kartu tani yang sudah terbit untuk kemudian disalurkan ke penerima, yang sebelumnya sudah diusulkan ke pusat,” ujarnya.

Hambatan lain untuk capaian 100 persen ini juga disumbang oleh kemunculan kasus Covid-19 di Kabupaten Tabanan yang kembali mengalami tren lonjakan saat ini, Meski terus berkoordinasi dengan perbekel di masing-masing desa sebagai gugus tugas penanganan Covid-19, namun untuk pendistribusian kartu tani ini tentunya juga harus memperhitungkan risiko mengingat potensi terjadinya kerumunan pada saat pembagian. Bercermin dari itu pula, meski pemerintah pusat mewacanakan proses pendistribusian kartu tani ini harus sudah clear pada pertengahan Desember dan sudah mulai diberlakukan pada awal 2021, nampaknya untuk belum bisa memenuhi wacana pemerintah pusat tersebut.

“Dari webinar dengan pusat, kami diharapkan pada pertengahan Desember ini harus sudah clear untuk distribusi kartu tani. Sebab, wacananya pemerintah akan memberlakukan kartu tani pada awal tahun nanti. Namun, nampaknya itu sulit untuk dicapai,” tandasnya.

Ditambahkannya, peningkatan pendistribusian kartu tani ini fokusnya pada penerima kartu tani yang sebelumnya terlewatkan karena tidak hadir pada saat pembagian di titik pendistribusian sebelumnya. ”Rencananya, untuk penerima kartu tani yang terlewatkan ini akan dikumpulkan di satu titik dari sejumlah desa yang terdekat di sekitarnya. Tentunya tetap dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, wacana pemerintah untuk pemberlakukan kartu tani ini akan mulai diberlakukan awal 2021, namun prediksinya bagi daerah yang belum 100 persen petaninya mengantongi kartu tani  salah satunya di Kabupaten Tabanan mungkin akan kebijakan khusus terkait pemberlakukan program tersebut. Bercermin dari itu, maka petani yang belum mengantongi kartu tani namun sudah tercatat di e-RDKK tidak perlu khawatir, sebab mereka masih tetap terlayani untuk kebutuhan usaha taninya. Salah satunya terkait mendapatkan pupuk bersubsidi.

Di sisi lain, apabila petani tersebut sudah tercatat sebagai penerima kartu tani dan kartu taninya sudah terbit, namun tidak mengambil kartu yang telah didistribusikan, maka petani tersebut tidak akan bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan bantuan bagi usaha tani. *man

BAGIKAN