Distan Pangan Bali Kampanyekan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal

Salah satu bidang prioritas pembangunan Provinsi Bali sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru adalah bidang sandang, pangan dan papan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Salah satu bidang prioritas pembangunan Provinsi Bali sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era Baru adalah bidang sandang, pangan dan papan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si.,Jumat (26/6) mengatakan, untuk bidang pangan fokus programnya antara lain kedaulatan pangan yaitu terpenuhinya kebutuhan pangan krama Bali dari produksi pangan lokal Bali.

Beras adalah pangan pokok masyarakat yang ketersediaannya dapat dipenuhi dari produksi Bali. Rata-rata kebutuhan beras di Bali dalam setahun 485.558 ton, sedangkan kemampuan produksi lokal rata-rata dalam setahun 410.558 ton. “Artinya Bali rata-rata surplus beras dalam setahun 75.000 ton. Lalu kenapa perlu kampanye gerakan konsumsi pangan lokal?” ujarnya.

Kampanye itu, menurutnya, perlu dilakukan karena pangan sumber karbohidrat selain beras cukup banyak tersedia seperti, talas, ubi, ketela rambat, singkong bahkan yang khas Bali antara lain sabrang dan suweg.

Gerakan konsumsi pangan sumber karbohidrat selain beras perlu dilakukan agar masyarakat Bali tidak terlalu ketergantungan pada beras. Karena ada sumber karbohidrat lain selain beras yang lebih bergizi, lebih murah dan sehat sebab  idak menyebabkan diabetes.

Konsumsi beras penduduk per kapita per tahun relatif masih cukup tinggi yaitu rata-rata nasional 130 kg per kapita per tahun, sedangkan konsumsi Bali rata-rata 99 kg per kapita per tahun.

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan beras akan terus meningkat. Bila kemampuan memproduksi beras tidak terjaga, pada saatnya nanti bisa saja terjadi defisit beras.

Upaya-upaya antisipasi yang dapat dilakukan di antaranya adalah diversifikasi pangan dengan cara meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat selain beras yang ketersediaannya cukup banyak dan dibudidayakan petani lokal. “Gerakan ini akan terus dilakukan pada setiap Jumat yang dimulai dari pegawai Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali,” ujarnya. *kk

BAGIKAN