Diskop dan UKM Tabanan Tunda Pelaksanaan RAT

Antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Tabanan memerintahkan untuk menunda koperasi untuk melaksanakan RAT.

Tabanan (bisnisbali.com) –Antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19, Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Tabanan memerintahkan untuk menunda koperasi untuk melaksanakan RAT. Penundaan tersebut khususnya berlaku bagi koperasi primer yang seharusnya batas waktu pelaksanaan RAT pada Maret mendatang.

“Terkait antisipasi penyebaran virus corona, kami menyuruh koperasi yang belum menggelar RAT agar menunda kegiatan tersebut. Persiapan terkait RAT boleh saja dilakukan, namun untuk menggelar RAT ditunda dulu sementara waktu,” Kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tabanan I Made Yasa, di Tabanan, Jumat (20/3).

Menurutnya penundaan RAT ini sekaligus juga untuk menindaklanjuti surat edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran virus corona yang salah satunya menghindari interaksi terlalu banyak di ruangan publik.

Menurutnya batas penundaan ini mengikuti situasi yang berkembang nantinya. Meski pelansanaan RAT ini ditunda, pihaknya tetap melakukan pengawasan ke kalangan koperasi. Sebab, pengawasan ini tidak melibatkan banyak orang dan upaya ini sekaligus untuk mengantisipasi munculnya koperasi sakit di Tabanan.

Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani menambahkan, jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan total mencapai 586 saat ini. Dari jumlah tersebut koperasi yang wajib menggelar RAT tercatat 401 koperasi.

“Dari jumlah koperasi wajib menggelar RAT tersebut, kini sudah ada 181 koperasi yang sudah menggelar RAT, sedangkan sisanya belum,” ujarnya.

Terkait koperasi yang belum menggelar RAT ini dan juga antisipasi virus corona, pihaknya mamberi toleransi untuk waktu pelaksanaan RAT. Namun, harapannya ancaman virus corona ini tidak membuat target pelaksanaan RAT tahun ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 82 persen.

Ia memprediksi, dampak corona pada kalangan koperasi di Kabupaten Tabanan belum berdampak signifikan pada terganggunya likuiditas hingga saat ini, sehingga masih berpeluang untuk tumbuh sehat. Meski begitu pihaknya mengimbau kalangan koperasi di Tabanan untuk menjaga likuiditas, salah satunya mencegah munculnya kredit bermasalah.*man

BAGIKAN