Diserang Tikus, 124 Hektar Padi di Tabanan Puso

Hama tikus di Kabupaten Tabanan telah menyerang 527 hektar lebih tanaman padi di Kabupaten Tabanan selama Januari hingga pertengahan Juli.

Tabanan (bisnisbali.com) –Hama tikus di Kabupaten Tabanan telah menyerang 527 hektar lebih tanaman padi di Kabupaten Tabanan selama Januari hingga pertengahan Juli. Dari jumlah tersebut, 124 hektar diantaranya mengalami gagal panen (puso).

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Wayan Suandra, Minggu (2/8), mengungkapkan, serangan tikus masih jadi ancaman sektor pertanian. Serangan tikus semakin menjadi-jadi saat akan memasuki musim panen. “Saat ini, daerah yang panen di antaranya di Selemadeg dan Penebel,” tuturnya.

Menurut Suandra, upaya pengendalian hama tikus terus diupayakan. Upaya dimaksud di antaranya, melakukan gerakan pengendalian (gerdal) hama tikus baik di padi, jagung dan tanaman hortikultura, kemudian dengan pemasangan umpan, melakukan pengropoyokan, hingga penambahan atau melepasliarkan burung hantu sebagai predator pemangsa tikus. “Terakhir, kami sudah lepasliarkan burung hantu di daerah Wangaya, Kecamatan Penebel, Tabanan. Selain upaya secara sekala, kami tetap juga utamakan pengendalian hama melalui niskala, ngatur piuning,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tabanan I Nengah Durmita menerangkan, serangan hama tikus tahun ini terbilang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya pada Mei dan Juni lalu. Tingkat serangan paling banyak terjadi di Kecamatan Kerambitan, Penebel dan Tabanan. “Di Kecamatan Kerambitan total padi petani yang diserang mencapai 254 hektar, Kecamatan Tabanan 107 hektar dan Kecamatan Penebel 93 hektar. Di kecamatan lain juga terimbas namun jumlahnya lebih sedikit,” ujarnya.

Dari serangan tikus tersebut, tercatat 124 hektar padi petani puso dan sudah mendapat klaim dari program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Biasanya, tikus paling sering menyerang tanaman padi yang sudah berumur 50 hari atau menjelang panen, sedangkan penyakit blast yang juga menjadi ancaman produksi padi rentan menyerang saat mulai berumur 1 bulan. “Penyakit blast mulanya dari daun menyerang dengan ciri-ciri padi berwarna cokelat. Jika sudah ada penyakit tersebut, petani harus segera melakukan penanganan dengan penyemprotan,” kilahnya. *man

BAGIKAN