Disbud Gianyar dan Pepadi Kembangkan Potensi Dalang Anak-anak

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gianyar bersama Persatuan  Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Gianyar, menggelar parade lomba dalang cilik wayang parwa di Balai Banjar Bangun Liman, Buruan Blahbatuh, pada Kamis (12/12)-Minggu (15/12).

WAYANG-Parade lomba dalang cilik wayang parwa di Balai Banjar Bangun Liman, Buruan Blahbatuh. 

Gianyar (bisnisbali.com) –Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gianyar bersama Persatuan  Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Gianyar, menggelar parade lomba dalang cilik wayang parwa di Balai Banjar Bangun Liman, Buruan Blahbatuh, pada Kamis (12/12)-Minggu (15/12).
Parade dibuka oleh Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Darya, mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dengan penancapan wayang pertama dan penyalaan api. Parade ini dihadiri Ketua Pepadi Provinsi Bali, Majelis Pepadi, camat, tokoh dalang Gianyar, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Gianyar.

Disbud Kabupaten Gianyar, terus bersinergi dengan Pepadi dalam mengembangkan potensi pedalangan anak-anak se-Kabupaten Gianyar untuk melestarikan warisan budaya. Gelaran acara terlihat meriah karena banyaknya masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan dalang anak-anak tersebut.

Di hari pertama terdapat dua penampilan dalang cilik yakni, penampilan pertama dibuka oleh, Ni Komang Laura Astina Pratiwi dari Sanggar Suara Murti asal Banjar Babakan Desa Sukawati yang mengambil cerita dengan judul Naga Sudarsana menceritakan tentang kepungan dari Raja Kansa yang sangat kejam dan bengis, Krisna dan Baladewa diasuh oleh sang Nanda Gopo ditempatkan di suatu daerah bernama Wraja Desa yang jauh dari Kota Madura.

Di suatu ketika dilaksanakan ritual yadnya pemujaan Dewa Siwa yang dilaksanakan di Hutan Ambika, tiba-tiba datanglah seekor naga dan membawa Sang Nanda Gopo ke dalam hutan. Melihat kejadian tersebut terjadinya kepanikan dan akhirnya terjadi pertempuran antara orang – orang Wraja Desa dan pengikut Nagaraja.
Penampilan kedua, oleh Ketut Ayu Maha Pradnyasuari dari Sanggar Seni Gita Mahardika asal Banjar Babakan, Desa Sukawati, yang mengambil cerita dengan judul Gugurnya Sang Kesi, menceritakan tentang kehidupan Kresna dan Kakarsana di Praja Desa dalam asuhan Sang Nanda Gopta. Pada suatu ketika kegembiraan dan ketenteraman seketika sirna, ketika Sang Kesi dan para raksasa utusan Raja Kangsa datang untuk membunuh Kresna. Dengan kesaktian Kresna, Sang Kesi dapat dibunuh dan desa kembali aman.

Di hari kedua penampilan dari Sanggar Gita Ulangun dari Br. Pesalakan Pejeng Kangin, dan Sanggar Suta Soma Desa Tegallinggah, Blahbatuh. Di hari ketiga penampilan dari Sanggar Candra Bhuana, Br. Griya Desa Melinggih Payangan dan Sanggar Adikara Br. Babakan Sukawati. Di akhir parade juga diisi penampilan eksebisi dari Sanggar Paripurna Blahbatuh yeng mendapat peringkat A terbaik III tahun 2018.
Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Darya, mengatakan nantinya pemenang dari lomba dalang anak-anak tingkat kabupaten ini akan memperoleh uang pembinaan untuk memfasilitasi dalam hal mengembangkan potensi mereka.*kup

BAGIKAN