Diprediksi Anjlok, Kunjungan ke Ulun Danu Beratan

Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan berpotensi hanya akan mengantongi 175.000 wisatawan pada tahun ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Kunjungan wisatawan ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan berpotensi hanya akan mengantongi 175.000 wisatawan pada tahun ini. Kondisi tersebut menyusul karena dampak pandemi Covid-19 yang trennya mengalami lonjakan belakangan ini dan juga sempat ditutupnya objek wisata yang mengandalkan keindahan danau ini.

Manajemen Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, Minggu (11/10) kemarin, mengungkapkan, new normal atau di tengah adaptasi kebiasan baru “Tabanan Aman dan Produktif belum mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan hingga kini. Hal ini sekaligus mengkondisikan target kunjungan yang sebelumnya sudah dilakukan koreksi menjadi sekitar 600.000 wisatawan dari target awal tahun yang ditetapkan 978.000 orang berpotensi tidak tercapai tahun ini.

“Kami prediksi hingga akhir tahun nanti, meski dengan adanya momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) yang biasanya menyumbang angka lonjakan pengunjung, khusus tahun ini tidak akan menyumbang kedatangan wisatawan yang signifikan,” tuturnya.

Menurut Mustika, bercermin dari itu maka momen Nataru nanti kemungkinan akan memposisikan angka kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan maksimal di total angka 175.000 orang sepanjang 2020 ini. Asumsinya, itu dicapai dari total kunjungan selama dua bulan (November dan Desember) nanti maksimal yang hanya mencapai 20.000 orang, sedangkan saat ini setelah sempat ditutup sementara rata-rata kunjungan wisatawan yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal hanya menyumbang sekitar 7.000 orang per bulan atau sekitar 200 lebih orang per hari. “Bercermin dari itu pula angka kunjungan tahun ini 80 persen lebih jauh menurun dari capaian atau target sebelumnya,” tandasnya.

Terkait itu, pihaknya berencana melakukan kembali koreksi untuk target angka kunjungan. Dari perubahan target tersebut kemungkinan akan memposisikan penurunan hingga sekitar 400.000 orang pada tahun ini. “Kami akan laporkan ke Bakeuda, terkait kondisi ini untuk kemungkinan bisa dilakukan evaluasi terkait capaian target kunjungan pada tahun ini,” tegasnya. *man

BAGIKAN