Dilakukan Penguatan Likuiditas, Masyarakat Diminta Tak Menarik Dana Besar-besaran  

Dalam tatanan adaptasi kebiasaan baru, BPR telah melakukan berbagai langkah strategis.

BPR-Layanan BPR kepada masyarakat dan UMKM

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam tatanan adaptasi kebiasaan baru, BPR telah melakukan berbagai langkah strategis. Di antaranya melakukan penguatan likuiditas. Sehingga masyarakat diharapkan tidak melakukan penarikan besar-besaran dananya di bank. Dan penarikan diharapkan sesuai dengan kebutuhan.

Hal tersebut diharapkan Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Minggu (23/8). Sebaliknya, dia meminta masyarakat dan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mesti bangkit dengan cara kembali menempatkan dana di BPR.

Wiratjana mengatakan masyarakat dan sektor UMKM tidak perlu ragu dengan penempatan dana di BPR karena dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Lanjut dia, dalam era baru ini seluruh insan BPR di Bali secara bersama- sama meyakinkan masyarakat bahwa BPR tetap eksis. BPR tetap melakukan fungsi intermediasi baik menggaet dana pihak ketiga (DPK) maupun menyalurkan kredit.

Ia meyakinkan nasabah tidak perlu ragu dengan penempatan simpanan di BPR. Masyarakat tidak perlu spekulasi dengan melakukan upaya pemindahan dana dari satu bank selanjutnya dipindah ke bank yang lain.

Sesuai UU perbankan sudah jelas tertera bank ada dua yaitu bank umum dan BPR. Kedua bank ini sama-sama dijamin LPS.  Wiratjana menambahkan penempatan dana di bank umum dan BPR  sama sama dijamin LPS sampai Rp 2 miliar per nasabah. Hanya saja dengan nilai penjaminan bunga dari LPS, penempatan dana di BPR keuntungan lebih besar. “BPR tentu mesti memanfaat keunggulan penempatan dana di BPR dengan jaminan bunga LPS lebih tinggi untuk menggaet DPK masyarakat ,” tambahnya. *kup

BAGIKAN