Dikhawatirkan Merugi, Bupati Suwirta Evaluasi Keberadaan BUMDes

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus melakukan berbagai upaya dalam adaptasi kebiasaan baru, khususnya untuk menghidupkan kembali sektor perekonomian.

SIDAK - Bupati Suwirta saat melakukan sidak ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus melakukan berbagai upaya dalam adaptasi kebiasaan baru, khususnya untuk menghidupkan kembali sektor perekonomian. Kali ini, sasarannya adalah keberadaan BUMDes di setiap desa, agar mampu efektif mencegah perekonomian di desa agar tidak merugi. Bupati Suwirta secara khusus mengevaluasi keberadaan BUMDes, saat sidak ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, Selasa (8/9).

Bupati Suwirta ingin seluruh laporan di setiap desa yang berkaitan dengan BUMDes, dapat diseragamkan. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat lebih mudah dalam melakukan evaluasi, baik secara menyeluruh maupun individu BUMDes. Dengan cara ini, maka banyak hal seperti total aset, kesiapan usaha masing-masing BUMDes dapat diketahui lebih detail. Sehingga, dinas terkait dapat menggunakannya dalam mengambil langkah-langkah antisipasi dan pencegahan. Agar keberadaan BUMDes tidak justru membuat perekonomian desa tidak merugi, dan hal-hal teknis terkait lainnya.

Pihaknya memberi perhatian khusus terhadap BUMDes di tengah pandemi Covid-19, agar setiap desa mampu menjadikan BUMDes sebagai lembaga perekonomian desa yang dapat mensejahterakan masyarakatnya. Menurutnya, seluruh sektor harus bangkit kembali agar mampu berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi warga. Saat ini, total ada sebanyak 48 unit BUMDes di seluruh Klungkung. Keberadaan BUMDes ini, tentu sangat berarti bila dapat berperan maksimal kepada setiap desa.

Tidak hanya BUMDes, Bupati Suwirta juga mengevaluasi keberadaan LPD di setiap desa adat. Total ada sebanyak 119 LPD. Bupati Suwirta sangat berharap setiap LPD mampu dikelola dengan lebih profesional. Dia meminta bendesa dan sabha desa di setiap desa adat mempunyai kemampuan dalam menganalisa kesehatan keuangan LPD di desa adat masing-masing.

Sebelumnya, dalam pengembangan Inovasi Produk Olahan Rumah Keong di Nusa Penida, pihaknya sudah membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) Nusa Jaya.

BUMDesMa Nusa Jaya menaungi 16 desa yang berada di Kecamatan Nusa Penida. Program ini juga untuk mendukung Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) tersebut. Ini menjadi salah satu prioritas  didalam membangkitkan perekonomian di Nusa Penida. Dia langsung menugaskan agar pengurus BUMDesMa ini bisa merancang program-program.

“Salah satu potensi perkembangan rumput laut juga sangat diharapkan menjadi tujuan utama dari program ini untuk dibudidayakan kedepan dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati Suwirta. *gik

BAGIKAN