Dikelola Badan Pengelola Geopark, Pariwisata Wilayah Kintamani Raup Rp26 Miliar

Dalam peringatan HUT ke-1 Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, yang berkantor di Museum Geopark Penelokan

Bangli (bisnisbali.com) – Dalam peringatan HUT ke-1 Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, yang berkantor di Museum Geopark Penelokan, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani telah mampu berkontribusi sebesar Rp26,10 miliar yang nantinya dimanfaatkan untuk pendapatan daerah. Peringatan ulang tahunnya yang pertama ini dilaksanakan di Anjungan DTW Penelokan yang juga dihadiri oleh Bupati Bangli, Made Gianyar, Wakil Bupati Sang Nyoman Sedhana Arta, unsur pimpinan DPRD Bangli, OPD terkait serta unsur muspida Bangli.

Kegiatan ulang tahun ini juga langsung melibatkan 18 Desa Adat kawasan inti Batur UNESCO Global Geopark yang semuanya berada di wilayah pegunungan Kecamatan Kintamani, Bangli. Direktur Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark,  I Gede Wiwin Suyasa mengatakan desa – desa kawasan inti ini ikut berperan dalam mendukung pariwisata wilayah Kintamani, dengan dikelola oleh Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark tingkat kunjungan wisatawan mengalami peningkatan yang signiikan.

Tercatat selama tahun 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Kintamani mencapai 780.229 orang sedangkan jumlah wisatawan domestik mencapai 160. 689 orang. Total kunjungan wisatawan tahun 2019 sebanyak 940.988 orang. Sementara apabila jumlah kunjungan ini dirupiahkan yang dilihat dari retribusi mencapai Rp26,10 miliar, “Kalau dilihat dari capaian retribusi untuk tahun ini meningkat dibandingkan pendapatan pada tahun 2018 saat pengelolaan belum kita pegang, di mana saat itu hanya Rp11,36 miliar. Meski demikian di tahun ini kami akan berupaya lebih meningkatkan pendapatan untuk kawasan yang kami kelola,” ungkap Wiwin Suyasa.

Sementara itu Bupati Bangli, Made Gianyar mengatakan sejak sembilan  tahun silam pihaknya sudah menginginkan adanya Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, namun keinginannya tersebut baru bisa terwujud pada Januari 2019. Ditambahkannya dalam setahun eksistensi Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark telah melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga terlihat dari adanya peningkatan pemasukan untuk kawasan pariwisata di Kintamani yang mencapai 136 persen.

“Dengan terbentuknya Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark ini keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata makin nyata. Pasalnya masyarakat tidak hanya menikmati hasil namun langsung terlibat sebagai pengurus dan pegawai ada badan pengelola tersebut. Ke depan saya berharap akan ada pengangkatan pegawai tidak tetap atau pegawai kontrak sesuai dengan arahan gubernur beberapa waktu lalu dan Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark nantinya diubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” tegas Bupati Bangli.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Made Gianyar,  juga menyerahkan bantuan dana sosial kepada 18 desa adat kawasan inti senilai Rp435.724.500 atau Rp 435.73 juta tersebut disisihkan dari Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark. Dana sosial diterima langsung oleh para bendesa adat masing – masing desa.* ita

BAGIKAN