Digitalisasi UKM Dalam Hadapi Era ’’Less Contact Economy’’ pada Masa Pandemi Covid-19, Oleh Ni Putu Cempaka Dharmadewi Atmaja

PEMBERDAYAAN masyarakat Program UKM Indonesia Bangkit yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional bertujuan  meningkatkan inovasi Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan UKM dan koperasi di masa pandemi Covid -19.

PEMBERDAYAAN masyarakat Program UKM Indonesia Bangkit yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional bertujuan  meningkatkan inovasi Perguruan Tinggi dalam pemberdayaan UKM dan koperasi di masa pandemi Covid -19.

Program pemberdayan ini mengutamakan teknologi berbasis database di era Revolusi 4.0 dalam menghadapi less contact economy. Terdapat 29 proposal yang memenangkan program ini dari 3.716 judul proposal dari seluruh PTN dan PTS di Indonesia. Salah satu proposal dari perguruan tinggi yang lolos adalah Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Proposal ini mengangkat tema mengenai digitalisasi UKM melalui aplikasi sistem informasi manajemen berbasis android. Program ini dilakukan di Fortuna Handycraft, yang merupakan usaha kerajinan limbah kayu laut yang berada di Tegallalang, Gianyar, Bali.

Usaha Fortuna Handycraft milik Bapak Ketut Antarayasa ini sudah digeluti selama 10 tahun dan masih produktif walaupun dalam situasi pandemi.  Terbukti usaha ini masih menerima pesanan dari luar negeri seperti Belanda, Amerika dan Spanyol, serta bisa merekrut karyawan baru yang rata-rata di-PHK akibat pandemi. Akan tetapi produktivitas usaha terhambat akibat keterbatasan kapasitas teknologi produksi, pemasaran dan manajerial. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tim pelaksana UKM Indonesia Bangkit memberikan bantuan berupa mesin potong, mesin bor, mesin kompresor, gerobak sorong dan meja kerja. Masalah pemasaran dan manajerial diatasi dengan memberikan bantuan berupa neon box, merancang aplikasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Android (SIMBA) dan slidding canopy automatic.

Hal yang menarik dalam inovasi pemberdayaan UKM ini adalah perancangan aplikasi SIMBA dan slidding canopy automatic. SIMBA bertujuan meningkatkan  kemampuan UKM dalam melakukan pemasaran yang lebih luas, pencatatan keuangan yang lebih praktis dan manajemen persediaan yang lebih baik dalam satu aplikasi digital.  Sementara slidding canopy automatic merupakan pengembangan rancangan kanopi yang bisa membuka dan menutup secara otomatis melalui alat sensor yang dirancang secara elektronik dan mekanik.  Kanopi ini dapat melindungi persediaan dari hujan sekaligus dapat memberikan sinar matahari yang baik bagi bahan baku saat cuaca cerah. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat karena produksi barang kerajinan menjadi lebih cepat, pengetahuan mengenai manajerial menjadi lebih meningkat dan diharapkan SIMBA dapat membantu meningkatkan daya saing UKM pada era teknologi 4.0 dan less contact economy. *ad

BAGIKAN