Digitalisasi, Solusi Kurangi Perlambatan Ekonomi

Pemanfaatan teknologi digital makin meningkat di masa pandemi Covid-19, sekaligus menjadi solusi mengurangi perlambatan aktivitas ekonomi.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pemanfaatan teknologi digital makin meningkat di masa pandemi Covid-19, sekaligus menjadi solusi mengurangi perlambatan aktivitas ekonomi. Salah satunya QRIS, yang sebagai quick win berhasil mengefisienkan transaksi ritel di masyarakat dan terbukti efektif menjadi solusi di masa pandemi.

Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho, di Sanur, mengatakan, perkembangan jumlah merchant QRIS di wilayah Bali hingga 9 Oktober 2020 sebanyak 139.538 merchant. Sedangkan target hingga akhir tahun 2020 adalah 200 ribu merchant.

Sasaran perluasan QRIS dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi user dan sisi merchant.  Untuk sisi user, target perluasan QRIS dilakukan dengan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK, kaum milenial hingga mahasiswa, anggota pramuka, anggota TNI, dan komunitas-komunitas lainnya. Sasaran perluasan merchant ke depan yaitu pasar untuk menggerakkan ekonomi dari konvensional ke digital, penerimaan pajak dan retribusi pemerintah, sektor kesehatan (RS, apotek, klinik), sektor pendidikan, sektor sosial (dana sosial, dana punia), sektor transportasi, sektor pertanian, UMKM, hingga sektor lembaga keuangan mikro seperti koperasi.

Ia pun menjelaskan, ada lima keuntungan penggunaan QRIS yaitu efisien, tanpa kembalian dan bebas biaya, keren dan kekinian, transaksi cepat dan pengeluaran tercatat aman karena diawasin BI, serta lebih higienis tanpa kontak fisik.

Sementara itu Himawan Kusprianto, Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, secara virtual dalam pelatihan wartawan ekonomi menyebutkan, BI telah menempuh beberapa kebijakan guna mendorong optimalisasi penggunaan nontunai serta higienitas dari uang tunai yang diedarkan dalam upaya menggerakkan ekonomi termasuk pariwisata. Sementara, terkait kerangka kebijakan BI terkait Covid-19 yaitu dengan optimalisasi penggunaan nontunai, penurunan biaya SKNBI dan kartu kredit.

Kemudian, bertransaksi via media nirsentuh seperti internet banking, mobile banking, uang elektronik server based dan pemanfaatan kanal QRIS. Memperpanjang masa berlaku MDR QRIS menjadi 0 persen khusus untuk merchant dengan kategori usaha mikro (UMI) oleh PJSP. Termasuk menurunkan biaya SKNBI baik ke bank maupun nasabah serta menerbitkan paket kebijakan kartu kredit untuk meningkatkan buffer konsumsi masyarakat. “Penggunaan digital payment sejalan dengan pergeseran interaksi antarmanusia saat ini,” ucapnya.

BI, kata dia, mendorong transaksi nontunai terutama yang bersifat contactless yang lebih Cemumuah (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal). Penerapan QRIS dapat dipakai semua lini, termasuk sektor pariwisata, seperti hotel, restoran atau pusat oleh -oleh, bahkan hingga ke pedagang di pasar tradisional.

“Itu karena tidak membutuhkan investasi besar dalam implementasi QRIS. BI siap menyongsong new normal pola transaksi pembayaran ke depan yang akan mengurangi kontak fisik,” jelasnya. *dik

BAGIKAN