Digitalisasi Percepat Transformasi Ekonomi

Di tengah pandemi Covid-19, salah satu upaya untuk mengembalikan kinerja perekonomian yaitu mendorong mobilitas konsumsi masyarakat melalui transformasi UMKM berbasis digital.

DIGITAL - Pemanfaatan teknologi digital merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan UMKM di masa pandemi Covid-19.          

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19, salah satu upaya untuk mengembalikan kinerja perekonomian yaitu mendorong mobilitas konsumsi masyarakat melalui transformasi UMKM berbasis digital. Sebab, teknologi digital telah hadir di setiap sisi kehidupan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho mengatakan, penggunaan platform digital oleh pelaku usaha dan masyarakat pengguna di tengah pandemi akan membantu ekonomi tetap berputar serta membantu percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam membantu UMKM melewati pandemi Covid-19 melalui program bangga buatan indonesia serta edukasi on-boarding UMKM agar mampu mengoptimalkan penggunaan digitalisasi.

Selama vaksin belum ditemukan, isu kesehatan akan terus mengemuka dan gaya hidup serta tatanan ekonomi akan berubah. “Be ready for new normal. Adaptasi kebiasaan baru akan mengakibatkan pergeseran pola ekonomi yang minim pertemuan tatap muka atau less contact economy,” katanya.

Dalam hal ini, digitalisasi adalah keharusan dan smartphone adalah pembawa perubahan. Oleh karena itu, seluruh UMKM di semua proses bisnisnya harus mampu beradaptasi dengan cara memanfaatkan teknologi digital mulai dari proses produksi, pemasaran hingga pemanfaatan metode pembayaran digital yang bersifat contactless.

Menurutnya, dengan adanya pandemi Covid-19 maka momen transformasi digital semakin tidak terbendung dan tidak terhindarkan. Di tengah turunnya kinerja ekonomi, pergeseran interaksi antarmanusia yang mengedepankan faktor cleanliness, healthy and safety, justru mempercepat integrasi ekonomi berbasis digital di Indonesia secara luas.

Penelitian yang dilakukan Sea Insights SEA Group pada Juni 2020 menunjukkan bahwa 72 persen pemuda-pemudi usia 16 sampai dengan 35 tahun di kawasan ASEAN mampu bertahan dan beradaptasi selama Covid-19. “Itu dikarenakan mereka mampu membangun kesiapsiagaan, mengambil keterampilan baru, belajar berpikir kreatif serta mampu menciptakan sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan penggunaan teknologi digital,” ujarnya.

Trisno menekankan, transformasi digital menjadi cara bertahan melalui masa pandemi Covid-19 dan digitalisasi menjadi suatu kebutuhan bagi UMKM. Para entrepreuners yang akan bertahan adalah mereka yang semakin meningkatkan penggunaan digitalisasi dalam bisnisnya. Penelitian dari Sea Insights menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata UMKM di Indonesia yang mengadopsi e-commerce meningkat lebih dari 160 persen dengan peningkatan produktivitas mencapai 110 persen.

“Pada masa pandemi ini, 45 persen pelaku usaha muda berjualan lebih aktif di platform e-commerce dan 1 dari 5 adalah pengguna baru e-commerce serta lebih dari 60 persen mengatakan bahwa mereka akan secara permanen meningkatkan penggunaan platform digital dalam bisnisnya,” ucapnya.

Di Indonesia sendiri digitalisasi sangat erat kaitannya dengan kaum milenial, sebut saja berbagai e-commerce lokal hingga mancanegara, aplikasi sosial media, aplikasi jasa pembayaran, aplikasi ticketing, aplikasi hiburan, aplikasi logistik, investasi, aplikasi virtual meeting hingga aplikasi jual beli barang digital lainnya sudah sangat melekat di kalangan pemuda pemudi Indonesia saat ini. Penggunaannya pun terus meningkat, terutama di masa pandemi Covid-19 dimana seluruh pihak berubah menjadi digital demi menjaga social distancing dan physical distancing. *dik

BAGIKAN