”Digital Farming” , Permudah Petani Akses Informasi Teknologi hingga Pangsa Pasar

MENURUT Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA, salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah digitalisasi dengan perubahan teknologi dari konvensional ke arah digital di dalam pengelolaan pertanian dari hulu sampai ke hilir melalui digital farming.

Denpasar (bisnisbali.com) –Wacana new normal atau berdampingan dengan pandemi covid-19 mengubah perilaku berbagai sektor usaha, tak terkecuali pada sektor pertanian. Salah satunya dengan digital farming. Apa itu?

MENURUT Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA, salah satu konsep yang dapat dikembangkan adalah digitalisasi dengan perubahan teknologi dari konvensional ke arah digital di dalam pengelolaan pertanian dari hulu sampai ke hilir melalui digital farming.

“Digitalisasi pertanian di tengah-tengah masyarakat pertanian merupakan suatu hal yang relatif baru dikembangkan dan senantiasa bergerak menuju perbaikan kualitas aplikasi dan implementasinya,” tutur Rektor Dwijendra University ini, di Denpasar, Kamis (28/5).

Terangnya, pandemi covid-19 telah mendorong warga masyarakat di dunia termasuk di Bali untuk mengubah perilaku agar mampu bertahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat. Pemerintah telah mendengungkan The New Normal guna menghadapi, mengantisipasi berbagi perubahan dan tantangan ke depan. Imbuhnya, prinsip utama dari new normal ini adalah dapat menyesuaikan dengan pola hidup, atau ada perubahan perilaku termasuk dalam proses produksi dan konsumsi yang disertai dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan covid-19.

“Secara perlahan bahkan cepat beberapa segmen masyarakat telah dan harus menuju sesuatu the new normal tersebut. Mereka harus senantiasa melakukan adaptasi di dalam beraktivitas dan bekerja dalam ketentuan hidup bersih dan sehat, membatasi kontak fisik (phisical distancing), membatasi berada dalam kerumunan dan ketentuan lainnya,” ujarnya.

Jelas Ketua HKTI Buleleng ini, di sektor pertanian dengan digital farming ada banyak manfaat yang bisa diperoleh petani. Paparnya, manfaat utama adalah tersedianya informasi baik yang berupa teks, visual maupun audio tentang teknologi pertanian dalam arti luas (budi daya pertanian) untuk berbagai jenis tanaman, ternak, ikan dan kombinasinya.

Selain itu, melalui digitalisasi ini, para petani dapat memiliki informasi tentang agroklimat di wilayahnya seperti kondisi fisik, kimia dan biologis tanah atau lahan, cuaca (suhu, kelembaban) yang berfungsi untuk adaptasi jenis tanaman tertentu. Katanya, digitalisasi melalui aplikasi pertanian juga memberikan manfaat bagi para petani yang berkenaan dengan informasi industri hulu, seperti penyediaan sarana produksi, alat dan mesin pertanian yang saling dibutuhkan antara petani dengan pelaku industri hulu.

Di sisi lain, lanjutnya, digitalisasi pertanian ini sangat bermanfaat untuk memberikan informasi tentang industri hilir yang berkenaan dengan pascapanen termasuk pasar. Pascapanen ini dimulai dari jasa transportasi produk pertanian, pengolahan, penyimpanan, dan pengemasan produk dan informasi lainnya.

“Para petani atau kelompok atau koperasi petani sangat membutuhkan informasi ini guna memperlancar rantai pasok sampai ke konsumen,” tutur Wakil Ketua Perhepi Komda Denpasar.

Tambahnya, informasi pasar ini menjadi salah satu komponen penting yang didapat melalui digitalisasi pertanian karena di dalamnya mencakup ketersediaan produk sepanjang waktu, prediksi permintaan sepanjang tahun. Misalnya, prediksi harga atau fluktuasi harga termasuk dengan lokasi permintaan produk pertanian sepanjang tahun. Sebab itu, dalam digitalisasi pertanian ini harus didahului oleh kegiatan mapping pertanian yang memberikan informasi aspek teknis, agroklimat, sosial, ekonomi (mikro dan makro) dan informasi lainnya.

Selanjutnya, agar digitalisasi pertanian ini memberikan hasil yang optimal, sangat dibutuhkan adanya penguatan kapasitas baik di tingkat petugas teknis (penyuluh) dari berbagai dinas dan penguatan kapasitas kelembagaan pertanian termasuk petani secara individual di dalam menggunakan aplikasi program digitalisasi tersebut. Diakuinya, memang perlu waktu yang cukup untuk mengintroduksi sampai implementasinya secara baik dan disertai kemampuan untuk melakukan analisa terhadap informasi yang diperoleh dari program aplikasi digitalisasinya, namun hasilnya akan sangat membantu sektor pertanian di tengah modernisasai. *man

BAGIKAN