Di Tengah Pandemi Covid-19, Pengusaha agar Inovatif dan Berani ”Banting Stir”  

Di tengah pandemi covid-19 tidak sedikit pelaku usaha yang terdampak, terutama yang berada dan mengandalkan sektor pariwisata.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi covid-19 tidak sedikit pelaku usaha yang terdampak, terutama yang berada dan mengandalkan sektor pariwisata. Untuk mampu bertahan, pelaku usaha dituntut inovatif bahkan mengalihkan jenis usaha untuk sementara waktu.

Beberapa pelaku usaha pun tampak telah mengalihkan jenis usaha agar tetap ada pemasukan pada saat jenis usaha yang biasa dijalankan tak mampu bergerak. Seperti yang dilakukan salah seorang pelaku usaha kerajinan emas dan perak, Ni Putu Sudiadnyani.

Saat ditemui di kawasan Celuk, Sukawati, Gianyar ini, pemilik Bara Silver ini mengaku beralih ke usaha kuliner kemasan untuk sementara waktu. “Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu kondisi pandemi ini berakhir. Harus beralih, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini itu yang kita jual,” ujarnya.

Wanita murah senyum ini mengaku, jika tidak terhalang pandemi, bulan-bulan ini seharusnya jadi momen ramainya pameran dan meningkatnya penjualan. Sebagai pelaku usaha, dia mengaku banyak modal yang sudah ditanam dan barang yang sudah disiapkan menyambut bulan-bulan ini. Hal ini tentunya membuatnya tidak bisa berkutik dan mau tidak mau harus banting stir mengalihkan jenis usaha yang dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi ini.

Saat ini dia mengaku memproduksi beberapa makanan kemasan seperti abon, tempe kacang dan beberapa jenis makanan lainnya yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dia pun tak menyangka tanggapan pasar cukup bagus yang membuatnya mampu bertahan. “Kami juga bersyukur adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah, seperti relaksasi kredit dan sebagainya yang cukup membantu. Tentu saja saat ini kita tidak bisa berpikir membayar angsuran, kami hanya memikirkan bagaimana bisa bertahan,” terangnya.

Hal senada juga dikemukakan pelaku usaha lainnya yang bergerak di bidang fashion, Bagas Widiantara. Dia mengaku usaha fashion yang dilakoni saat ini sangat lesu, sehingga dia pun beralih menjual sayur dan buah-buahan yang menjadi kebutuhan masyarakat. “Kita harus mencari cara untuk bertahan. Terlebih bisa membuat orang di sekitar kita juga mampu bertahan,” terangnya. *wid

BAGIKAN