Di Tengah Pandemi, BPR Bersinergi dengan UMKM

Pandemi Covid-19 memunculkan resesi ekonomi negara-negara di dunia.

BPR - Layanan BPR kepada sektor UMKM.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 memunculkan resesi ekonomi negara-negara di dunia. Wakil Ketua DPD Perbarindo Bali, A.A. Ngurah Sudiptha Panji, Selasa (22/9) mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bersinergi dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa eksis menghadapi pandemi Covid-19.

Diungkapkannya, BPR dan UMKM di Bali bisa bersinergi untuk saling menghidupi. Dengan sinergi, BPR maupun UMKM bisa bertahan menghadapi pandemi Covid-19. Sudiptha Panji menjelaskan dalam pandemi Covid-19 pemerintah diharapkan bisa membantu sektor UMKM. Selama ini sektor UMKM yang paling eksis menghadapi krisis ekonomi.

Dipaparkannya, pemerintah bisa menyalurkan dana murah untuk membantu permodalan UMKM. Di luar dana stimulus, pemerintah mesti membantu penguatan permodalan UMKM. Pemerintah bisa menyalurkan dana murah melalui BPR. Selanjutnya, BPR bisa menyalurkan kredit bunga murah untuk sektor UMKM. Ini murni kredit produktif untuk membangkitkan dan menumbuhkan sektor UMKM.

Sudiptha Panji mencontohkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) telah menyalurkan dana LPDB untuk UMKM. BPR menjadi salah satu perantara penyaluran dana LPDB ke sektor UMKM. Ditegaskannya, LPDB KUMKM telah memberikan kesempatan BPR untuk menyalurkan dana LPDB ke UMKM. Ini kebijakan pemerintah yang memberikan kepercayaan kepada BPR dalam membangun pemerataan pembangunan ekonomi.

Komisaris BPR Sari Wira Tama menilai, saat pandemi Covid-19 pemerintah mesti menyalurkan dana penguatan modal UMKM seperti dana LPDB. Selanjutnya dana pemerintah dalam penanganan Covid-19, bisa disalurkan ke UMKM melalui BPR dengan bunga murah.

A.A. Ngurah Sudiptha Panji, menambahkan BPR sebagai lembaga jasa keuangan (LJK) mikro boleh dibilang lembaga yang paling dekat dengan UMKM. BPR tentu paling siap untuk mendukung pemerintah membantu permodalan UMKM dalam masa pandemi Covid-19.*kup

BAGIKAN