Di Tabanan, Satu Koperasi Kesulitan Kembalikan Dana Anggota  

Selain mencatat terjadinya pertumbuhan koperasi baru di tengah pandemi Covid-19, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan juga menerima laporan ada satu koperasi yang kesulitan dalam pengembalian dana anggota.

Tabanan (bisnisbali.com) –  Selain mencatat terjadinya pertumbuhan koperasi baru di tengah pandemi Covid-19, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan juga menerima laporan ada satu koperasi yang kesulitan dalam pengembalian dana anggota. Permasalahan tersebut muncul diduga sebagai dampak pandemi Covid-19 yang juga berpengaruh pada kinerja perkoperasian di Kabupaten Tabanan saat ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa, Selasa (27/10) kemarin, mengungkapkan, saat ini dari laporan ke dinas mencatat ada satu koperasi di Tabanan yang berlokasi di Marga bermasalah karena tidak bisa mengembalikan dana anggota. Terkait laporan koperasi bermasalah ini, pihaknya sudah menyikapi dengan menyerahkan kembali permasalahan tersebut ke koperasi bersangkutan untuk diselesaikan secara internal.

“Sebab koperasi didirikan dari anggota untuk anggota, maka kami fasilitasi untuk diselesaikan permasalahan tersebut di internal koperasi bersangkutan. Sekaligus menyikapi terkait apa penyebabnya dan sebagainya,” tuturnya.

Menurut Yasa, pemerintah tidak akan membekukan usaha koperasi bersangkutan, terkecuali atas permintaan mereka yang ingin membubarkan koperasi yang telah didirikan bersama. Pembubaran koperasi ini biasanya merupakan usulan dari para pengurus, pengawas dan anggota koperasi, sehingga aset-asetnya dikembalikan lagi kepada para anggota koperasi bersangkutan. “Kami hanya bisa bubarkan atas permintaan koperasi bersangkutan atau koperasi tersebut sudah tidak aktif dengan tiga kali menerima surat peringatan dari dinas,” ujarnya.

Permasalahan salah satu koperasi di Marga ini muncul karena dana yang dihimpun oleh koperasi bersangkutan yang sebelumnya telah diputar kembali ke anggota lain dengan tujuan untuk bisa menghasilkan SHU. Namun dalam perjalanan, karena anggota lain sebagai peminjam dana mengalami permasalahan kewajiban pembayaran seiring dengan pandemi Covid-19, maka dana tersebut tidak bisa ditarik kembali oleh pemilik dana.

Dikatakannya, pandemi Covid-19 memang berpengaruh pada menurunnya kemampuan usaha dari sektor UMKM, sehingga kalangan tersebut membutuhkan waktu lebih dalam pengembalian pinjaman, tidak terkecuali terjadi pada salah satu koperasi di Marga ini. “Dari pantauan kami ke koperasi bersangkutan, hingga kini upaya pengembalian dana anggota ini masih terus diupayakan oleh pengurus,” tandasnya.

Sementara itu, mengantisipasi munculnya permasalah serupa pada koperasi lainnya, pihaknya hanya bisa mengimbau agar pengurus koperasi berhati-hati dalam menyalurkan dana dalam bentuk pinjaman ke anggota. Bila tidak meyakini anggota sebagai calon penerima pinjaman mampu dalam hal pengembalian dana, sebaiknya nominalnya disesuaikan dengan kemampuan bayar atau pengajuan pinjaman tersebut dipending. “Memang risikonya jika dana yang dikelola tidak diputar, maka dampaknya akan berpengaruh pada SHU yang didapat,” kilahnya.*man

BAGIKAN