Di Saat Pandemi-19, Bali Layak Sasar Wisata Minat Khusus

Di tengah penerapan tatanan new normal covid-19, sektor pariwisata Bali diharapkan tetap menggerakkan ekonomi di Bali. 

Wisata golf, wisata minat khusus untuk mengeliatkan ekonomi Bali di masa pandemi covid-19.  

Mangupura (bisnisbali.com)-Di tengah penerapan tatanan new normal covid-19, sektor pariwisata Bali diharapkan tetap menggerakkan ekonomi di Bali.

Dewan Pembina Apindo Bali, Panudiana Kuhn  Sabtu (20/6) mengatakan, dengan dibukanya penerbangan domestik, pariwisata bisa menawarkan wisata minat khusus untuk menggeliatkan ekonomi Bali di masa pandemi covid-19.

Diungkapkanya, tahap awal potensi pariwisata Bali di masa pandemi covid-19 bisa dioptimalkan menarik wisatawan domestik (wisdom) ke Bali. Bali berpeluang mengembangkan wisatawan minat khusus di antaranya sport tourism dan wisata kuliner.

Ia menjelaskan, pengembangan wisata minat khusus seperti wisata golf akan mampu menggaet wisatawan domestik berkualitas. Wisata golf khusus di Bali sudah cukup berkembang. Dalam masa pandemi covid-19 wisata golf tetap buka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Saat ini di Bali ada sekitar 6 lapangan golf. Bali memiliki karakter tersendiri dalam pengembangan wisata golf.

Menurut Kuhn, selain bermain golf, wisatawan minat khusus ini bisa menikmati daya tarik dan objek wisata baru di Bali seperti GWK, Nusa Dua, Bedugul dan daya tarik lainnya.

Kuhn menyampaikan, dalam masa pandemi covid-19 semua orang wajib memenuhi tatanan new normal. SOP new normal terutama social distancing dan physical distancing wajib dilakukan optimal. “Penerapan tatanan new normal menjadi kebiasaan baru yang mesti dijalankan secara ikhlas baik pakai masker, cuci tangan, gunakan handsanitizer, dan jaga jarak.

Ditegaskannya, dibukanya wisata minat khusus hotel, vila mewah,  rumah makan, restoran dan lainnya bisa kembali bergeliat. Di samping itu, banyak tenaga kerja lokal bekerja menjadi petani penanam rumput di areal golf. Masyarakat lokal dan pelaku pariwisata di sekitar lapangan golf bisa bangkit dari dampak pandemi covid dengan kedatangan wisatawan minat khusus.

Panudiana Kuhn menambahkan, pengembangan wisata minat khusus seperti wisata golf ini akan berdampak multiplier terhadap pariwisata dan perekonomian Bali pascapandemi covid-19 dan penerapan tatanan new normal. Pengembangan lapangan golf berfungsi untuk penghijauan seperti di Pecatu mengubah tanah gersang menjadi hijau. *kup

BAGIKAN