Di Bali, hanya 30 Persen Permintaan Relaksasi Finance

Di tengah pandemi Covid-19 pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk memberikan relaksasi kredit perbankan ataupun finance bagi masyarakat yang terdampak.

Denpasar (bisnisbali.com)-Di tengah pandemi Covid-19 pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan untuk memberikan relaksasi kredit perbankan ataupun finance bagi masyarakat yang terdampak. Terhitung sejak Maret lalu, pengajuan relaksasi di Bali hanya sekitar 30 persen.

Branch Manager (BM) salah satu perusahaan finance di Bali FIF GROUP Denpasar, Made Kunang Satria Wibawa ketika ditemui beberapa waktu lalu mengakui total nasabah yang mengajukan relaksasi selama pandemi Covid-19 yaitu sekitar 30 persen dari total jumlah nasabah yang terdaftar secara aktif di FIF. “Untuk relaksasi ini, nasabah yang mengajukan relaksasi kurang dari 30 persen dari total nasabah aktif yang ada di Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Kunang, total nasabah FIF Group di Bali per bulan Juli tahun 2020 mencapai 134.500 nasabah, sedangkan yang mengajukan relaksasi hanya sekitar 25.801 nasabah yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Bali. Untuk di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar ada sekitar 8.500 nasabah dengan pengajuan relaksasi sebanyak 2.550 nasabah atau sebesar 30 persen dari total nasabah yang terdaftar.

Di sisi lain, untuk permintaan dana tunai (refinancing), Kunang mengatakan selama periode enam bulan terakhir tercatat mengalami penurunan yang paling sedikit atau kurang dari 20 persen. Dari sebelumnya 3.000 nasabah per bulannya sebelum pandemi menjadi 2.200 orang per bulannya. “Kredit dana tunai ini mengalami penurunan yang paling kecil karena kebutuhan dana tunai di masyarakat masih tumbuh positif,” lanjutnya.

Senada dengan Kunang, Padmi Saraswati dari Axa Mandiri juga mengakui hal yang sama. “Selama masa pandemi, permintaan relaksasi kredit di Axa finance mengalami penurunan sekitar 30 persen dari total jumlah nasabah,” jelasnya. *wid

BAGIKAN