Dewa Nyoman Surata, Beri Kontribusi Pertumbuhan UMKM

DALAM pandemi Covid-19,  Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dituntut bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian. BPR mesti tetap melakukan fungsi intermediasi untuk dapat membantu menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

DALAM pandemi Covid-19,  Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dituntut bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian. BPR mesti tetap melakukan fungsi intermediasi untuk dapat membantu menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut Sekretaris Perbarindo Korcam Mengwi Abiansemal (Mas),  Dewa Nyoman Surata, BPR dituntut mampu melaksanakan tata kelola keuangan yang baik. Ini termasuk bisa melakukan inovasi produk dan layanan yang didukung pengelolaan risiko yang memadai. Selama ini BPR telah banyak berperan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam masa pandemi ini ,BPR tetap berperan membantu pertumbuhan ekonomi dengan  pembiayaan UMKM.

Selain memperkuat modal,  industri BPR diharapkan dapat melakukan efisiensi. Dengan efisiensi industri BPR ke depannya akan memiliki ketahanan yang kuat.  “Secara internal BPR lebih siap untuk membantu sektor UMKM ,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui penguatan modal, BPR lebih kuat dalam operasional pengelolaan keuangan. Selanjutnya, BPR bisa lebih optimal membantu permodalan UMKM. Untuk mendorong pertumbuhan UMKM, BPR bisa menyalurkan kredit modal kerja. Ini murni untuk penguatan usaha UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang. ‘’Lembaga keuangan memiliki tugas pokok menghimpun dana masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun selanjutnya disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit,’’ terangnya.

Dewa Nyoman Surata menambahkan, BPR sebagai lembaga intermediasi bisa menjadi perantara dalam membantu UMKM. ” BPR tidak semata-mata merupakan lembaga komersil untuk mencari keuntungan, melainkan juga wajib membina debitur untuk bisa berkembang,”  jelasnya. *kup         

BAGIKAN