Destinasi Wisata di Tabanan Aman Dikunjungi  

Destinasi wisata di Tabanan dipastikan sangat aman dikunjungi wisatawan, khususnya saat momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

I Gede Sukanada

Tabanan (bisnisbali.com) –Destinasi wisata di Tabanan dipastikan sangat aman dikunjungi wisatawan, khususnya saat momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada menegaskan, daya tarik wisata (DTW) di daerah lumbung pangan ini sangat aman dikunjungi lantaran pengelola destinasi maupun akomodasi wisata yang ada sudah siap dengan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Kami yakin akan kesiapan kalangan pengelola destinasi wisata maupun DTW di Kabupaten Tabanan ini sudah sangat siap untuk menerima kunjungan wisatawan pada momen Nataru ini,” tutur Sukanada, di Tabanan, Jumat (25/12) kemarin.

Menurutnya, Kabupaten Tabanan memiliki banyak potensi, baik sumber daya alam maupun destinasi yang bisa menjadikan tempat tujuan wisatawan ketika datang ke Bali pada momen libur panjang Nataru. Saat ini tentunya destinasi yang ada di Tabanan, imbuh dia, sesuai dengan kondisi pandemi ini juga sudah mempersiapkan terkait antisipasi penyebaran virus dengan kesiapan prokes.

Di sisi lain, jelas mantan Camat Kerambitan ini, saat ini sesuai dengan progres kebijakan pemerintah Provinsi Bali terkait Nataru, maka potensi kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan akan didominasi oleh kalangan wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan lokal Bali. Kedatangan wisdom ini diyakini tetap mampu memberikan dampak yang positif terhadap pergerakan ekonomi, serta memberi semangat bagi para pelaku pariwisata sekaligus dalam rangka mempersiapkan diri terhadap kualitas destinasi yang ada.

“Tentunya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan ini akan berdampak signifikan sekali. Namun, tentu diingat bahwa kami tetap berkomitmen untuk menjaga Tabanan menjadi destinasi yang berkualitas,” tegasnya.

Terkait komitmen tersebut, pihaknya selalu berkoordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dan satgas gotong royong. Koordinasi yang dilakukan pemerintah daerah ini bertujuan agar tetap berusaha menjaga wilayah masing-masing, sehingga tidak muncul klaster baru di wilayah masing-masing, termasuk di destinasi wisata yang ada saat ini.

“Sebab itu khusus pada pelaku pariwisata, maupun rekan-rekan berkecimpung langsung di destinasi mari kita tetap menjaga dan melaksanakan imbauan pemerintah terhadap penerapan dan pelaksanaan prokes, sehingga wisatawan yang datang termasuk diri kita di daerah destinasi akan merasa aman dan nyaman,” harapnya. *man 

BAGIKAN