Desa Tembok akan Bangkitkan  Kembali Jeruk Keprok Tejakula

Serangan hama penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) pada tanaman jeruk keprok Tejakula mengakibatkan gagal panen beberapa tahun lalu, 

Singaraja (bisnisbali.com) – Serangan hama penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) pada tanaman jeruk keprok Tejakula mengakibatkan gagal panen beberapa tahun lalu,  menyisakan trauma bagi sejumlah petani jeruk keprok di Buleleng khususnya di Tejakula.

Penyakit ini menyerang bagian batang tanaman jeruk yang merupakan jalan untuk membawa nutrisi dari akar ke bagian yang lain. Pohon yang diserang akan perlahan layu yang berakibat pada kematian. Sejak saat itu, tanaman jeruk keprok Tejakula tidak lagi dilirik oleh masyarakat setempat hingga keberadaannya mulai langka.

Menyikapi persoalan tersebut, Perbekel Desa Tembok, Dewa Komang Yudi Astara,  bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, akan membangkitkan lagi jeruk keprok Tejakula, bahkan pihaknya telah menyiapkan 200 bibit jeruk keprok Tejakula yang akan mulai ditanam pada awal bulan musim hujan.

“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk membangkitkan kembali masa kejayaan jeruk keprok Tejakula yang saat ini tidak bisa lagi ditemukan di Buleleng Timur,” jelasnya.Pihaknya menjelaskan ada beberapa hal yang masih menjadi kendala dalam pengembangan jeruk keprok Tejakula ini ke depan.

Dewa Yudi, mengatakan,  hingga saat ini Kecamatan Tejakula belum dicabut sebagai  kawasan yang terdampak virus CVPD. Sistem irigasi yang belum mendukung sehingga wilayah atas tidak dapat ditanami pohon jeruk karena ditakutkan pohon akan mengalami kekeringan.

Selain itu, siklus alam yang telah berubah sehingga musim hujan dan kemarau yang tidak jelas. “Kenapa dulu yang belum ada teknologi pendukung Desa Tembok memiliki kesuburan tanah yang bagus,  itu karena faktor alam yang mendukung. Tetapi sekarang faktor alam yang telah berubah sehingga ini menjadi salah satu permasalahan yang kami hadapi,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, pohon jeruk akan ditanam pada wilayah yang memiliki kesuburan tanah baik dan tidak wilayah yang tidak memiliki permasalahan dengan air. “Kami akan tanam di daerah bawah yang ada sumur bornya, kalau daerah atas konsentrasi air bersihnya lebih kepada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, jeruk ini menemui masa kejayaan setelah tumbuh dengan subur di Buleleng bagian Timur, yaitu kecamatan Tejakula. Karena hanya dikembangkan di daerah tersebut, jeruk jenis keprok ini dinamakan jeruk keprok Tejakula.

Dibandingkan  dengan jeruk keprok lainnya, jeruk keprok Tejakula memiliki rasa dan tampilan yang khas. Kulitnya berwarna orange cerah ketika sudah matang dan memiliki perpaduan rasa asam yang didominasi manis. Bahkan karena rasanya yang unik dan kualitas yang baik, jeruk keprok Tejakula ini mendapat Sertifikat Buah Unggul Nasional. *ira

BAGIKAN