Desa Belimbing Siap Pasok Bahan Baku Arak

Selain sebagai sentra produksi gula aren, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kini bersiap sebagai daerah pemasok bahan baku minuman fermentasi arak Bali.

Tabanan (bisnisbali.com) –Selain sebagai sentra produksi gula aren, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kini bersiap sebagai daerah pemasok bahan baku minuman fermentasi arak Bali. Sebab, potensi nira melimpah dan seiring adanya dorongan dari Pemerintah Propinsi Bali lewat Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau distilasi khas Bali.

Perbekel Desa Belimbing, Nyoman Surianto, Selasa (24/11),  mengungkapkan Desa Belimbing tengah bersiap sebagai pemasok bahan baku arak Bali. Ini sejalan dengan potensi pohon aren yang mana sekitar 50 KK memiliki perkebunan ini yang ditanam di pinggir kebun dan sungai. Produksi aren bisa mencapai 5 liter per orang. ‘’5 liter ini sekali turun, sedangkan pengambilan nira dilakukan dua kali sehari yakni pagi dan sore hari. Artinya, dengan jumlah petani aren yang mencapai 50 KK, ada banyak bahan baku yang didapat,” tuturnya.

Sentra pohon aren tersebar di empat banjar dari delapan banjar yang di Desa Belimbing yaitu Banjar Pemudungan, Banjar Belimbing Tegal, Banjar Peniti dan Banjar Belimbing Anyar. Selama ini nira yang dihasilkan warga diolah menjadi gula aren. Lima liter nira bisa menjadi 1,5 kilogram gula aren yang masih aktif hingga kini. Gula aren produksi Desa Belimbing dikenal berkualitas baik selama ini.

Surianto menjelaskan, dengan adanya kebijakan Gubernur Bali yang melegalkan arak Bali, Desa Belimbing berencana menjadi pemasok bahan baku dan saat ini sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memproses nira menjadi arak Bali. Uji coba sudah berlangsung selama satu bulan yang mana 10 liter nira menghasilkan satu liter arak. “Saat ini masih dalam proses uji coba dengan pihak ketiga. Apabila sudah pasti, Desa Belimbing akan menyiapkan bahan bakunya. Rencananya dua hari sekali akan diambil oleh pihak yang bekerja sama,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama dengan pihak ketiga akan bisa meningkatkan pendapatan petani nira selain sebagai penghasil gula aren. Di sisi lain, pemanfaatan nira sebagai bahan baku arak tidak akan mempengaruhi kebutuhan untuk membuat gula aren karena produksinya masih mencukupi. *man

BAGIKAN