Desa Adat Berikan Stimulus Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Desa Adat Kerobokan mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat Kerobokan untuk membangkitkan ekonomi yang sempat menurun akibat dampak Covid-19.

STIMULUS - Satgas Gotong Royong Desa Adat Kerobokan, Bandesa Adat, Kepala LPD Desa Adat Kerobokan memberikan stimulus pada masyarakat Kerobokan.

Mangupura (bisnisbali.com) –Desa Adat Kerobokan mendorong sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat Kerobokan untuk membangkitkan ekonomi yang sempat menurun akibat dampak Covid-19. Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Kerobokan, AA. Bagus Bayu Joni Saputra, Minggu (9/8) mengatakan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Desa adat memberikan stimulus dalam bentuk bantuan sembako dan kredit dengan bunga ringan untuk penguatan modal UMKM.

Joni Saputra yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bali ini mengajak masyarakat adat Kerobokan menggeliatkan ekonomi khususnya di bidang pariwisata secara kreatif dan inovatif. Ini dengan pembenahan di bidang pemasaran, produksi, efisiensi berbasis digital dengan protokol kesehatan tatanan kehidupan normal baru.

Ia menjelaskan masyarakat Kerobokan diwajibkan mengikuti arahan pemerintah salah satunya pengembangan pertanian organik di pekarangan rumah untuk ketahanan pangan.

Joni memastikan Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan dari awal sudah mengimbau warga Desa Adat Kerobokan untuk menanam tanaman di pekarangan, tegalan dan sawah untuk ketahanan pangan. Pemulihan ekonomi berbasis pertanian sesuai arahan Ketua Dekranasda Bali guna mewujudkan kemandirian pangan.

Kepala LPD Desa Adat Kerobokan, I Ketut Sender menambahkan, dalam era new normal LPD akan menggerakan sektor UMKM dengan kredit modal kerja dengan bunga ringan. LPD sebagai lembaga keuangan desa mempunyai peran yang sangat besar dengan perekonomian berbasis adat dan budaya.

Satgas Gotong Royong Covid-19 bersama LPD Desa Adat Kerobokan membagikan sembako serentak ke 6.030 KK dari 50 banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan. Bantuan itu senilai total sekitar Rp 1,3 miliar. Bantuan bersumber dari dana desa adat dan LPD Kerobokan.  *kup

BAGIKAN