Depresiasi Rupiah Berpotensi Berimbas kepada Pasar Saham

Depresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp16.400-an diprediksi akan berpotensi berimbas kepada transaksi di pasar modal.

Denpasar (bisnisbali.com) –Depresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp16.400-an diprediksi akan berpotensi berimbas kepada transaksi di pasar modal.
Pemerhati ekonomi dan bisnis dari Undiknas University Prof. Gede Sri Darma, DBA. di Renon, Selasa (7/4)  mengatakan, depresiasi rupiah terjadi karena investor dan masyarakat dunia senang pada investasi “safe heaven” dan likuid yakni dolar AS dan emas.

Ia pun menilai dari kondisi saat ini pasar saham juga akan terus mengalami pelemahan, karena investor asing menjualnya untuk mendapatkan dana tunai dan atau menukarkannya dengan safe heaven investment.

“Saatnya bagi investor domestik untuk membeli saham saham blue chip (LQ 45), dengan harga yang super murah,” katanya.
Terkait covid-19, Sri Darma menyampaikan bikin amburadul semua lini industri, kecuali industri berbasis pada digital, seperti Netflix, Indihome, Zoom, Hangout Meet dan lainnya. Itu terlihat dari pendapatan Netflix dan Zoom serta Hangout Meet justru meningkat tajam tatkala wabah pandemi itu merebak.

“Industri manufacturing and tourism, paling atau sangat terpukul dengan adanya covid-19,” ujarnya.
Sementara industri lainnya juga terimbas hanya bisa di alihkan ke work from homes seperti industri pendidikan dan industri jasa.*dik

BAGIKAN