Denpasar Sasar 14.152 Nakes

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menargetkan tahap awal vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar untuk tenaga kesehatan (nakes) baik  di fasilitas kesehatan pemerintah maupun  fasilitas kesehatan swasta. Sasaran yang terdata hingga saat ini sebanyak 14.152 orang.

RAPAT KOORDINASI – Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat mengikuti rapat Koordinasi Kesiapan Vaksinasi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menargetkan tahap awal vaksinasi Covid-19 di Kota Denpasar untuk tenaga kesehatan (nakes) baik  di fasilitas kesehatan pemerintah maupun  fasilitas kesehatan swasta. Sasaran yang terdata hingga saat ini sebanyak 14.152 orang.

Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi Kesiapan Vaksinasi Covid-19 serta Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi dan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 yang diadakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bersama Menteri Kesehatan dan Kepala BNPB melalui video conference dengan Gubernur,  Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia yang dipimpin Mendagri Muhammad Tito Karnavian, Selasa (5/1) kemarin.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus  Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, Pemkot Denpasar mendukung vaksinasi Covid-19 secara serentak dan siap menyosialisasikan program ini sesuai arahan yang disampaikan oleh pemerintah pusat. Dalam mendukung vaksinasi Covid-19 secara serentak, Pemkot Denpasar menyiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri atas  11 puskesmas, RSU Wangaya dan RSUP yang memiliki tempat penyimpanan vaksin sesuai standar WHO dengan target tahap awal  tenaga kesehatan. “Ini juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik serta mengantisipasi terjadinya kesimpangsiuran mengenai vaksinasi Covid-19,” ujar Rai Mantra.

Sebagaimana diketahui,  vaksinasi Covid-19 rencananya dilakukan perdana pada 13 Januari 2021, diikuti secara serentak di 34 provinsi. Hal ini bertujuan meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik dalam program vaksinasi gratis bertahap yang diawali tiga kelompok, yakni kelompok pejabat publik pusat dan daerah, pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan serta tokoh agama daerah. *wid

BAGIKAN