Denpasar Kembangkan Jagung Ketan Hitam

Berhasil mengembangkan jagung manis di Denpasar, komoditi jagung ketan hitam kali ini diujicoba di kota Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) –Berhasil mengembangkan jagung manis di Denpasar, komoditi jagung ketan hitam kali ini diujicoba di kota Denpasar. Panen perdana telah dilakukan, Jumat (18/9) lalu. Yang dihasilkan sekitar 17,5 ton pada lahan seluas 11 are di Subak Umadesa, Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (20/9) mengatakan, jagung ketan hitam yang dikembangkan di kota Denpasar saat ini merupakan tahap uji coba untuk melihat kelayakan potensi pengembangan komoditi jagung selain jagung manis yang telah berhasil dikembangkan beberapa waktu lalu. Penanaman jagung ketan hitam tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit, hanya perlu dilakukan pemupukan  dengan Urea, NPK, dan pupuk cair sehingga pertumbuhan jagung menjadi optimal. Demikian dari segi waktu, dikatakannya tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu jagung ini bisa dipanen. “Cukup 2,5 bulan saja,” ujarnya.

Ambara Putra mengaku, jika prospek pasar jagung ketan hitam di Kota Denpasar sebaik jagung manis, yang telah terlebih dahulu dikembangkan, tidak menutup kemungkinan areal penanaman jagung ketan hitam akan ditingkatkan. “Kalau responsnya bagus, nanti kami akan tambah lagi lahan untuk penanamannya. Ini kan baru uji coba. Ini baru pertama kali di Denpasar,” ungkapnya sembari mengatakan untuk jagung manis pengembangannya sudah menghabiskan lahan seluas 47 hektare khususnya di Subak Delod Sema.

Demikian dari segi harga, jagung ketan hitam bila dijual mencapai harga Rp 1.500 – Rp 2.000 per buah. Terkait pemasaran saat ini, menurutnya tidak menjadi kendala, apalagi pangsa pasar online telah tersedia. Hanya saja, perlu memperkenalkan komoditas yang baru kepada para konsumen dan juga kepada para petani. “Hal ini dibuktikan dengan adanya pembeli dari Surabaya yang telah membeli langsung hasil panen jagung ketan hitam sebanyak 40 kilogram. Langkah selanjutkan memperkenalkan kepada masyarakat terkait komoditi ini,” ujarnya.

Dijelaskan, jagung ketan hitam merupakan pangan fungsional yang dapat memberikan manfaat kesehatan karena adanya kandungan antioksidan cukup tinggi dan dapat meningkatkan imun tubuh. Cara mengkonsumsi jagung ketan hitam disarankan dikukus sehingga tidak menghilangkan warna dari jagung dan rasanya lebih enak dibandingkan dengan direbus. Selain memiliki kandungan antioksidan jagung ketan hitam juga baik dikonsumsi bagi orang yang menderita diabetes karena kandungan gulanya yang rendah. Jagung ketan hitam juga memiliki rasa yang manis. Namun berbeda dengan rasa jagung manis pada umumnya. *wid

BAGIKAN