Dengan Terus Usaha, Bantu Digitalisasi UMKM dan Kembalikan Perekonomian

Para pelaku usaha dari semua sektor termasuk pariwisata di Bali diyakini terkena imbas dari pandemi covid-19 yang terjadi saat ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Para pelaku usaha dari semua sektor termasuk pariwisata di Bali diyakini terkena imbas dari pandemi covid-19 yang terjadi saat ini. Satu sisi UMKM diharapkan bisa menjadi sektor lokomotif atau penggerak ekonomi di Bali sehingga pelaku usaha diharapkan terus berusaha dan menggunakan digitalisasi.

“Karenanya digitalisasi menjadi sebuah hal yang mendesak, mengingat perubahan perilaku konsumen yang tengah terjadi, sekaligus manfaatnya untuk menghemat waktu dan biaya operasional,” kata Head of East Indonesia Grab Indonesia, Halim Wijaya melalui webinar, Selasa (4/8).

Ia menilai sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, 52 persen pendapatan ekonomi Bali disumbang oleh sektor pariwisata. Sektor ini juga memastikan banyak UMKM dan pekerja lepas bermunculan dan bertumbuh di Bali pada beberapa tahun terakhir, termasuk sektor kerajinan, kuliner dan busana.
Menurutnya saat pandemi menyerang, kedua sektor ini menjadi lesu. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat adanya penurunan jumlah wisatawan sebesar 88,9 persen pada Mei 2020. Padahal, UMKM dan pekerja lepas telah menyumbangkan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Bali.

Oleh karenanya diharapkan pelaku UMKM di Bali terus berusaha di tengah pandemi ini. Ini sejalan dengan program #terususaha yang ditawarkan Grab yaitu bertujuan mendukung percepatan digitalisasi UMKM melalui rangkaian pelatihan dan pemanfaatan teknologi yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood.
“Kami berharap pelaku industri pariwisata dan UMKM di Bali bisa bangkit dan siap menyambut siklus bisnis baru di era new normal ini dengan teknologi,” jelasnya.

Program terus usaha, sebuah solusi yang didedikasikan untuk membantu UMKM di Bali agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru pasca-covid-19. Program ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan, juga microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.“Ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang kami untuk mempercepat digitalisasi bisnis tradisional dan kecil, sekaligus mendukung program bangga buatan Indonesia milik pemerintah,” paparnya.

Selain itu riset Tenggara dan CSIS menunjukkan pada 2019 kontribusi ekonomi kedua sektor ini yang didukung oleh teknologi Grab adalah sebesar Rp889 miliar. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap digitalisasi, baik dari sisi pemberian pelatihan dan penyediaan platform teknologi agar lebih banyak UMKM di Bali yang bisa merangkul digitalisasi dan bertahan di era new normal ini.
Ini pula kata Halim, membuat aplikasi serba bisa ini berkomitmen dalam mendorong bisnis kecil dan tradisional di Bali untuk bertransformasi digital.
Sementara itu Gubernur Bali, yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Ir. I Gde Wayan Samsi Gunarta MAPPL.SC. menyambut baik berbagai solusi yang dihadirkan oleh Grab dalam Program #TerusUsaha yang diluncurkan di Bali. “Karena pandemi ini, roda perekonomian Bali yang ditopang oleh pariwisata merasakan dampak yang sangat luar biasa,” katanya.

Ia pun memaparkan rangkaian solusi yang ditawarkan sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemprov Bali dalam hal pemulihan dampak covid-19. Di antaranya, relaksasi peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi maupun promosi UMKM. Pihaknya percaya UMKM merupakan penyelamat perekonomian. Karananya inovasi program yang ditawarkan dapat membantu para pelaku usaha dan UMKM lebih siap menghadapi tatanan kehidupan baru dan memanfaatkan IT sebaik-baiknya. *dik

BAGIKAN