Denda Prokes Terkumpul Rp 9 Juta

Terhadap operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang digelar sejak 18 hari lalu, Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub,

MASKER - Penindakan terhadap masyarakat yang tidak memakai masker.        

Denpasar (bisnisbali.com)-Terhadap operasi penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang digelar sejak 18 hari lalu, Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, bersama Tim Penegakan  Peraturan Daerah Kota Denpasar telah memberikan sanksi berupa denda terhadap 90 orang hingga Kamis (24/9). Atas dikenakannya sanksi tersebut, total denda yang terkumpul mencapai Rp 9 juta.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, berdasarkan data per Rabu (23/9) lalu, jumlah pelanggar yang tidak menggunakan masker ataupun tidak menggunakan masker dengan benar mencapai 163 orang. Dari jumlah tersebut 81 orang di antaranya dikenakan sanksi dan 69 orang dilakukan pembinaan (diperingati). “Per 24/9 terjaring lagi 11 orang pelanggar dengan rincian 9 orang langsung dikenakan denda dan 2 orang diberikan pembinaan,” ujarnya.

Dewa Sayoga menjelaskan, terkait penegakan peraturan ini tim yustisi Denpasar tidak tebang pilih. Baik masyarakat lokal maupun warga negara  asing yang kedapatan tidak menggunakan masker tetap diambil langkah penegakan peraturan ini.

Karena sebelumnya dalam penegakan aturan disiplin prokes terdapat orang asing usia di bawah umur yang memakai masker namun penggunaannya tidak tepat dengan posisi masker berada di dagu. Sehingga tim yustisi tidak memberikan hukuman denda namun diberikan pembinaan.

“Tentu dari simpang siur informasi ini kami bersama tim yustisi dapat meluruskan bahwa setiap pelanggar disiplin prokes tetap kita lakukan penindakan, tidak ada tebang pilih dalam giat ini, namun kita tetap melaksankan hukuman moril bagi masyarakat yang memakai masker namun kurang tepat, dan hukuman denda bagi masyarakat yang tidak membawa maupun tidak memakai masker,” ujarnya.

Dijelaskannyya juga, masyarakat usia lanjut tidak mungkin diberikan hukuman push up, namun tetap diberikan peringatan dengan harapan mereka tidak ada yang melanggar kembali. Dalam penerapan disiplin prokes ini, tim yustisi dikatakannya tidak semata-mata mencari kesalahan, namun terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam prokes, melindungi diri dan lindungi sesama. “Semoga dari harapan kita bersama untuk terus sadar dan disiplin mampu menekan kasus penyebaran covid-19,” ujarnya. *wid

BAGIKAN