Delapan Koperasi Didirikan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada berbagai sektor usaha, tak membuat semangat untuk mendirikan koperasi di Kabupaten Tabanan jadi menurun.

KANTOR - Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada berbagai sektor usaha, tak membuat semangat untuk mendirikan koperasi di Kabupaten Tabanan jadi menurun. Itu tercermin selama tahun 2020 ini Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan mencatat terjadi pertumbuhan koperasi baru, yakni 8 unit usaha.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, I Made Yasa, Senin (26/10) kemarin, mengungkapkan, hingga saat ini ada 8 koperasi di Kabupaten Tabanan yang baru tumbuh. Bercermin dari kondisi tersebut, maka saat ini total jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan mencapai 593 unit usaha dan koperasi tidak aktif mencapai 167 unit usaha.

Penambahan koperasi baru ini sebelumnya sudah dibarengi dengan pemahaman terkait perkoperasian, sehingga diharapkan koperasi yang tumbuh ini juga mampu melakukan pengelolaan manajemen secara baik. “Begitu mereka ngajukan, kami sudah berikan penjelasan menyangkut perkoperasian, dan juga konsultasi hingga mereka paham. Setelah mereka merasa siap, baru mereka mengajukan badan hukum ke notaris,” tuturnya.

Kata mantan Kadis Pariwisata ini, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau sebelum pandemi Covid-19, tahun ini pertubuhan koperasi mengalami penurunan. Sebab, tahun sebelumnya rata-rata jumlah pertumbuhan koperasi baru ini bisa mencapai di atas 10 unit usaha per tahun.

“Pertumbuhan koperasi baru ini murni menggunakan permodalan awal bersumber dari para anggotanya masing-masing. Tidak ada bantuan modal dari pemerintah, kecuali untuk koperasi yang sudah berjalan dengan minimal sudah menggelar RAT dua kali dan bantuan tersebut sudah disalurkan,” ujarnya.

Ditambahkan Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani, dari 8 koperasi tersebut, 3 di antaranya berdiri sebelum pandemi Covid-19 dan sisanya berdiri pada Mei hingga Agustus atau di masa pandemi Covid-19. Di luar jumlah tersebut sebenarnya ada 2 koperasi lagi yang sudah berbadan hukum dan sudah dilakukan penyuluhan, namun 2 koperasi tersebut masih menunggu proses untuk legalitas.

Diungkapkannya, 8 koperasi baru yang tumbuh ini hanya 1 yang bergerak di bidang simpan pinjam. Sisanya, bergerak di bidang produsen, pemasaran, koperasi konsumen dan ada juga koperasi bergerak di bidang jasa.

Bercermin dari kondisi tersebut menandakan bahwa pertumbuhan koperasi di tengah pandemi ini masih menjanjikan, khususnya dalam bentuk usaha koperasi riil yang bergerak di bidang jasa, maupun konsumen yang sekaligus mendominasi bentuk usaha dari koperasi yang baru tumbuh tahun ini. Menurutnya, di tengah pandemi ini pendirian koperasi bertujuan untuk lebih memantapkan pertumbuhan usaha mereka, karena tidak semua usaha ritel yang ada di Tabanan ini terkena dampak dari pandemi Covid-19. *man

BAGIKAN