Dekranasda Kunjungi Perajin Tenun Songket

Dekranasda Kabupaten Gianyar mulai memberikan pembinaan secara langsung ke perajin tenun songket di kelompok Tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan dan perajin Tenun Cagcag di Br. Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Senin (20/7).

DEKRANASDA - Dekranasda Kabupaten Gianyar memberikan pembinaan  ke perajin tenun songket di Kelompok Tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan dan perajin Tenun Cagcag di Br. Pesalakan Desa Pejeng Kangin, Senin (20/7).        

Gianyar (bisnisbali.com) –Dekranasda Kabupaten Gianyar mulai memberikan pembinaan secara langsung ke perajin tenun songket di kelompok Tenun Merak Mas, Banjar Pengembungan dan perajin Tenun Cagcag di Br. Pesalakan, Desa Pejeng Kangin, Senin (20/7).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Dekranasda Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, bertujuan ingin mengetahui lebih dekat permasalahan yang dihadapi para perajin apalagi setelah adanya pandemi Covid-19.

Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan secara historis di Gianyar untuk tenun songket memang terkenal di Banjar Pengembungan. Hanya saja, seiring perjalanan waktu jumlah perajin berkurang drastis. Kondisi itu diduga karena profesi ini dianggap kurang menjanjikan, sehingga anak-anak muda di desa ini lebih tertarik bekerja di bidang pariwisata.

Untuk menggairahkan kembali kerajinan songket, Dekranasda Kabupaten Gianyar juga pernah  bersama dengan desainer nasional Anne Avantie mendatangi perajin songket di Banjar Pengembungan. “Ini untuk membuat suatu event nasional yang melibatkan perajin songket di Gianyar,” ucapnya  Surya Adnyani Mahayastra.

Sementara  itu, Janet De Neefe, Ketua Yayasan Mudra Swari Saraswati, yang menggagas Ubud Writers Festival dan Ubud Food Festival,  mengatakan secara khusus akan membantu mempromosikan  ekonomi kreatif di Bali.

Janet  berjanji akan mempromosikan dan mendokumentasi agar bisa diekspos ke luar negeri. “Kita belum tahu nanti donasi dalam bentuk apa. Namun kita akan punya acara atau festival, atau mungkin bisa dibantu mempublikasikan karena kita ada acara Ubud Writers Festival dan Ubud Food Festival. Nanti dari sana kita akan bisa membantu para pengerajin di Gianyar lebih dikenal secara internasional,” jelas Janet. *kup

BAGIKAN