Deflasi Pengaruhi Kinerja Perekonomian

BALI mengalami deflasi pada Mei 2021. Deflasi tercatat sebesar 0,58 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,37 persen (mtm).

BALI mengalami deflasi pada Mei 2021. Deflasi tercatat sebesar 0,58 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,37 persen (mtm). Secara spasial, deflasi terjadi di kota Denpasar sebesar 0,59 persen (mtm) dan kota Singaraja sebesar 0,50 persen (mtm).

Secara umum menurut pemerhati ekonomi dari UNHI, Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si., baik inflasi maupun deflasi akan mempengaruhi kinerja suatu perekonomian. Ia menilai tingkat deflasi di kisaran nominal seperti itu masih normal dalam kondisi seperti ini. Deflasi yang terajdi saat ini di antaranya disumbang oleh perlengkapan rumah tangga, kelompok makanan.

Menurutnya, deflasi maupun inflasi sebetulnya diperlukan untuk mendrive perekonomian. Hanya saja, dalam besaran atau kadar tertentu. Bila deflasi maupun inflasi terlalu ekstrim (tinggi atau rendah) juga tidak baik karena justru akan merusak perekonomian.

“Yang perlu dilakukan agar hal tersebut tidak terjadi adalah dengan menjaga stabilitas harga produk terutama produk pokok, menjaga kestabilan pasokan produk, operasi pasar, kebijakan di sektor riil, fiskal dan lain sebagainya,” paparnya.

Pemerhati ekonomi lainnya, Kusumayani, M.M. menilai deflasi berdampak buruk kepada perekonomian bila terus menurus terjadi dengan kisaran tinggi. Berdasarkan teori deflasi yang berlebihan inilah bisa memicu meningkatnya angka PHK yang secara langsung membuat pengangguran meningkat, menurunnya UMR, menurunnya investasi dan harga saham hingga menurunnya jumlah orang yang membayar pajak. “Kondisi deflasi di tengah pandemi Covid-19 saat ini bukanlah ancaman serius bagi ekonomi. Ekonomi bisa kembali jika pandemi Covid-19 ini dapat terselesaikan,” ujarnya.

Ia pun berharap kondisi deflasi yang terjadi saat ini tidak perlu dikhawatirkan. Harapan kini pandemi Covid-19 bisa teratasi sehingga penurunan harga barang dalam periode waktu tertentu secara terus menerus tidak lagi terjadi. *dik

BAGIKAN