Dana Hibah Pariwisata Tahap I Cair Awal Desember

Sebanyak  374 pelaku pariwisata terdiri atas hotel dan restoran di Kota Denpasar diusulkan sebagai penerima bantuan stimulus berupa dana hibah pariwisata tahun 2020 yang digelontorkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani

Denpasar (bisnisbali.com) – Sebanyak  374 pelaku pariwisata terdiri atas hotel dan restoran di Kota Denpasar diusulkan sebagai penerima bantuan stimulus berupa dana hibah pariwisata tahun 2020 yang digelontorkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Dari jumlah itu, 244 pelaku pariwisata sudah diverifikasi yang pencairan hibahnya akan dilakukan awal Desember ini.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani saat dimintai konfirmasinya, Senin (30/11) kemarin,  menjelaskan setelah masa pemberkasan tuntas akan dilanjutkan dengan penerbitan Rekomendasi Aparatur Pengendali Internal Pemerintah (APIP) dan bantuan stimulus pariwisata tahap I Kota Denpasar siap dicairkan.

Sebanyak 244 hotel dan restoran yang tercatat sebagai penerima hibah pariwisata Kota Denpasar tahap I total anggaranya mencapai Rp 21 miliar. Sementara untuk verifikasi berkas tahap II masih dalam proses yang juga akan diajukan kembali ke pusat jika khas daerah sudah habis.  “Hari ini setelah verifikasi kami lanjut ke bagian keuangan dan pencairan direncanakan sehari atau dua hari ke depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, hibah pariwisata tahun 2020 yang digelontorkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI merupakan sebuah upaya membantu pemerintah daerah serta industri hotel dan restoran yang mengalami gangguan finansial akibat pandemi Covid-19. Diharapkan, sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian di Bali ini dapat tumbuh, berkembang dan bangkit kembali. “Kami berharap besar pariwisata dapat tumbuh kembali dengan bantuan stimulus hibah pariwisata ini,” terangnya.

Empat indikator penentu untuk mendapatkan bantuan hibah pariwisata tahun 2020. Pertama, hotel dan restoran sesuai database wajib pajak hotel dan restoran tahun 2019. Kedua, hotel dan restoran yang masih berdiri dan masih beroperasi hingga pelaksanaan hibah pariwisata pada Agustus 2020. Ketiga, hotel dan restoran yang memiliki perizinan berusaha yaitu TDUP yang masih berlaku. Terakhir, hotel dan restoran yang membayarkan dan memiliki bukti pembayaran PHR tahun 2019. ‘’Semoga pandemi Covid-19 dapat segera teratasi sehingga geliat pariwisata dapat tumbuh dan perekonomian normal kembali,” imbuh Dezire Mulyani. *wid

BAGIKAN