Dampak Pandemi Covid-19, Petani Stroberi Beralih Jual Wisata Petik Buah  

Sejumlah petani stroberi di Banjar Candikuning I, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan berinovasi dengan menawarkan wisata petik buah di kebun.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah petani stroberi di Banjar Candikuning I, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan berinovasi dengan menawarkan wisata petik buah di kebun. Kondisi tersebut sebagai upaya untuk bisa bertahan mendapatkan hasil dari sektor pertanian di tengah menurunnya serapan pasar khususnya hotel dan restoran akibat dampak pandemi Covid-19.

Salah satu petani yang menawarkan wisata petik buah stroberi di kebun adalah I Ketut Madriana, di Banjar Candikuning I, Tabanan, Selasa (20/10) mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah membuat serapan pasar akan buah stroberi mengalami penurunan dari biasanya. Kondisi tersebut sejalan dengan belum optimalnya operasional hotel dan restoran di Bali di tengah era new normal yang sebelumnya menjadi konsumen terbesar. Imbuhnya, menyikapi hal tersebut maka sejak empat bulan terakhir mencoba peruntungan dengan menawarkan paket wisata petik buah stroberi di kebun.

“Meski dengan keterbatasan di antaranya, mulai dari lahan parkir, kemudian cara berjualan petik langsung juga tidak tahu, saya nekat membuka wisata petik buah langsung ini. Dan ternyata minggu pertama respons masyarakat sangat lumayan,” tuturnya.

Jelas Madriana, pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan juga ada wisatawan dari luar Bali. Akuinya, sehari bisa mendapat omzet berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta dengan rata-rata stroberi yang terjual hingga 20-60 kg per hari, dan pendapatan tersebut bisa meningkat hingga Rp 5 juta pada akhir pekan atau hari libur dengan rata-rata penjualan 60 kilogram sampai 100 kilogram per hari.

Lanjutnya, pendapatan tersebut hanya bersumber dari buah yang dipetik pengunjung dan dibawa pulang. Contohnya, bila pengunjung membawa pulang 1 kilogram buah stroberi, maka pengunjung cukup membayar senilai 1 kilogram. Begitu pula bila pengunjung hanya membawa pulang setengah kilogram, maka pengunjung juga cukup membayar senilai setengah kilogram, sedangkan untuk tiket masuk atau karcis parkir para pengunjung diberikan gratis.

“Saat ini untuk harga per kilogram stroberi, kami hargai Rp 50.000. Selain itu, untuk buah stroberi yang dimakan langsung di kebun, kami tidak dihitung alias gratis,” ujarnya.

Sementara itu paparnya, wisata petik buah stroberi ini disediakan dengan luasan lahan mencapai 70 are dari total lahan miliknya yang mencapai 1,6 hektar. Di sisi lain akuinya, meski wisata petik buah langsung di kebun ini cukup efektif untuk menopang penjualan stroberi di tengah dampak pandemi Covid-19, wisata petik buah ini juga memiliki tantangan tersendiri khususnya ketersediaan buah stroberi yang siap petik setiap harinya.

“Tetap ada tantangannya, kita harus menyediakan buah siap petik setiap harinya dan ini cukup sulit, karena tiap harinya banyak buah matang yang dipetik,” tandasnya. *man

BAGIKAN