Dampak Corona, Harga Anjlok, Serapan Daging Ayam Turun hingga 30 Persen

Melemahnya sektor pariwisata yang diakibatkan wabah corona yang terjadi di beberapa negara, berdampak pada segala sektor masyarakat.

Denpasar (bisnisbali.com) –Melemahnya sektor pariwisata yang diakibatkan wabah corona yang terjadi di beberapa negara, berdampak pada segala sektor masyarakat. Tidak hanya suplai sayur dan buah, peternak ayam potong pun mengeluhkan serapan mulai menurun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali I Ketut Yahya Kurniadi. Dia mengatakan, saat ini terjadi penurunan permintaan hingga 30 persen dari sebelumnya.

Dari segi harga pun, katanya, juga anjlok. “Saat ini harga di tingkat peternak hanya Rp14.000 per kilogram,” ungkapnya.

Idealnya, kata Yahya, harga ayam di tingkat peternak yaitu Rp21.000 per kilogram, mengingat harga proses produksi (HPP) mencapai Rp19.000 per kilogram. Turunnya harga, dikatakannya, sudah mulai terjadi sejak pertengahan Februari lalu.

Hingga saat ini, dikatakannya, produksi dari peternak masih normal. Namun dikhawatirkan jika situasi ke depan masih sepi terlebih sektor pariwisata, akan memberi dampak yang lebih besar terhadap penurunan serapan.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengusaha daging potong, I Komang Widagda. Dia mengakui, ada penurunan pengiriman meski dirinya lebih menyasar pasar becek dan warung makan cepat saji dalam suplai yang dilakukan. “Tentu terjadi penurunan pengaruh dari corona yang berdampak ke sektor pariwisata. Meski kami tidak secara langsung mensuplai ke hotel ataupum restoran, namun juga merasakan permintaan menurun terutama ke pasar becek,” ungkapnya. *wid

BAGIKAN