Dampak Corona, Ekonomi Terkoreksi, Pengaruhi Tingkat Kesejahteraan Bali ?

GEJOLAK kondisi perekonomian sebenarnya tidak hanya berlaku di dalam negeri saja, namun perekonomian global juga terpengaruh.

Pertumbuhan ekonomi Bali diprediksi akan terkoreksi ke bawah jika dampak Covid-19 atau virus corona ini berlangsung selama 6 bulan lebih. Berdasarkan simulai dampak Covid-19, pertumbuhan ekonomi Bali bisa turun dari 5,6-6 persen akan menjadi 4,6 -5 persen. Akankah kondisi ini pengaruhi kesejahteraan dan kemiskinan masyarakat di Bali?

GEJOLAK kondisi perekonomian sebenarnya tidak hanya berlaku di dalam negeri saja, namun perekonomian global juga terpengaruh. Dampak isu perang dagang antara AS dan Tiongkok dan kini dunia juga menghadapi kasus virus corona dampaknya tidak dapat dikatakan kecil bagi perekonomian global.
Bagaimana di Bali?. Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, M. Setyawan Santoso mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali kinerja perekonomian Bali pada 2019 di kisaran 5,63 persen. Pertumbuhan perekonomian tersebut telah menghasilkan tingkat kesejahteraan penduduk Bali yang lebih baik, dilihat dari angka kemiskinan dan tingkat pengangguran.

Angka kemiskinan Bali telah menurun dari 3,79 persen pada Maret 2019 menjadi 3,6 persen pada September 2019. “Angka kemiskinan ini adalah angka terbaik kedua secara nasional. Terbaik diraih oleh Jakarta,” katanya.Analis Ekonomi BI ini menyebutkan faktor utama pendorong rendahnya angka kemiskinan di Bali adalah banyaknya tenaga kerja yang terlibat di sektor-sektor terkait pariwisata. Sekitar 30 persen atau sekitar 820 ribu tenaga kerja bergerak di sektor pariwisata yang terdiri dari 320 ribu orang di bidang akomodasi makan minum dan 500 ribu di bidang perdagangan.
“Dengan masih baiknya kinerja pariwisata kita tahun 2019, angka kemiskinan Bali makin membaik,” ujarnya.
Akan tetapi, M.San biasa ia disapa menerangkan, tingkat pengangguran di daerah ini meningkat sedikit dari 1,19 persen pada Februari 2019 menjadi 1,5 persen pada Agustus 2019. “Meskipun meningkat, tapi tingkat ini merupakan angka terbaik pertama di Indonesia,” ucapnya.

Faktor utama yg mendukung rendahnya tingkat pengangguran ini adalah besarnya dukungan dari lukisan sekolah SMK (pendidikan advokasi) yang dapat terjun ke dunia pekerjaan sehingga dapat menahan tingkat pengangguran daerah. Dengan demikian maka pendidikan advokasi harus makin diprioritaskan.
Bercermin dari kondisi inilah, dengan adanya kasus Corona Virus Disease seri 19 atau covid-19, M.San mengatakan diperkirakan tidak akan membawa dampak signifikan kepada tingkat kesejahteraan. Dengan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang hingga akhir Februari 2020, maka kinerja sektor-sektor terkait pariwisata akan melambat.
Tingkat hunian hotel telah menurun dari 70 persen rata rata tahun 2019 menjadi sekitar 30 persen. Tingkat kedatangan wisatawan ke restoran juga menurun. Beberapa hotel dan restoran yang terlalu tergantung pada tamu Tiongkok harus bekerja keras untuk mencari tamu tamu dari negara lain.

Beberapa hotel dan restoran untuk sementara tidak menerapkan sistem lembur atau berganti ganti shift sesuai dengan kedatangan tamu. “Namun diperkirakan hal ini bersifat sementara dan tidak berlangsung lama. Perkiraan skenario mild kejadian covid 19 diperkirakan berlangsung 2 bulan dengan masa pemulihan 4 bulan,” paparnya.

Sebagai konsekuensinya maka tenaga kerja yang bekerja di sektor tersebut akan terganggu pula. Diperkirakan 30 persen tenaga kerja atau sekitar 500 ribu orang akan menghadapi kenyataan menurunnya bonus dan insentif untuk bulan ini.
“Astungkara, belum ada informasi mengenai pemberhentian kerja mengingat kejadian ini diperkirakan akan segera berakhir,” imbuhnya.

Setyawan Santoso optimistis dengan berakhirnya serangan covid-19 akan terjadi pemulihan perekonomian. Wisatawan akan kembali datang ke Bali. Hotel-hotel dan restoran akan kembali ramai. Karyawan akan kembali mendapat lembur dan tambahan penghasilan berupa bonus. Kesimpulannya, dampak terhadap tingkat pengangguran tidak signifikan. Demikian pula pada akhirnya dampak terhadap angka kemiskinan dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan tetap terjaga.*dik

BAGIKAN