Dampak Corona, Bisnis Angkutan Bus Terpukul

Penyedia layanan transportasi bus ikut terdampak dengan emakin meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia.

DISINFEKTAN - Spraying disenfektan dipinpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seda Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Penyedia layanan transportasi bus ikut terdampak dengan emakin meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia. Dampak yang paling terlihat adalah menurunnya jumlah penumpang khususnya untuk bus antar provinsi.

“Ancaman virus corona ini telah berdampak pada penurunan jumlah penumpang. Ada bebera penumpang yang melakukan penjadwalan ulang untuk keberangkatan, dan yang terbanyak itu adalah penjadwalan ulang untuk keberangkatan rombongan angkutan pariwisata. Di antaranya, dari sekolah yang ada di Jawa tujuan Bali dan juga sebaliknya dari Bali tujuan ke Jawa,” tutur Owner Perusahaan Otobus (PO) Gunung Harta I Wayan Sutika, di Tabanan di sela-sela kegiatan spraying disinfektan yang juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Seda Kabupaten Tabanan AA. Dalem Tresna Ngurah, dan Kepala Dinas Perhubungan Tabanan I Gusti Ngurah Dharma Utama.

Penurunan jumlah penumpang  ini rata-rata mencapai 5 persen dan terjadi sejak tiga hari terakhir. Imbuhnya, hal sama juga terjadi untuk angkutan barang, bahkan penurunan mencapai 40 persen yang terjadi sejak seminggu terakhir sehingga membuat sejumlah kendaraan angkutan barang banyak parkir.

Untuk angkutan barang disebabkan jumlah orang yang membeli barang di pasar sepi akibat virus corona. Akibatnya, di Bali dua kendaraan atau armada terpaksa parkir, di Yogyakarta tiga kendaraan pakir, dan di Surabaya ada dua kendaraan parkir tidak bisa pulang. Selain itu, menyikapi penurunan permintaan untuk jasa angkutan barang ini, sekarang untuk keberangkatan hanya seminggu 1 kali dari biasanya yang bisa memcapai seminggu 3 kali.

“Kami memiliki 12 angkutan untuk melayani pengiriman barang saat ini,” tuturnya.

Sambungnya, meskipun alami dampak dari virus corona ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Akuinya, hanya bisa berupaya meningkatkan kewaspadaan terhadap sopir, kernet dan penumpang untuk diingkatkan selalu mencuci tangan dengan hand sanitizer. Selain itu, dilakukan langkah preventif yang dilakukan rutin menggelar penyemprotan disinfektan di seluruh armada.

Sementara itu, I Gusti Ngurah Dharma Utama, di sela-sela kegiatan spraying disinfektan meminta seluruh usaha angkutan transportasi di Kabupaten Tabanan untuk waspada dan selalu melakukan penyemprotan disinfektan di areal kendaraan. Pihaknya juga berharap agar setiap pengusaha angkutan menyediakan alat pengecekan suhu badan bagi penumpang.

“Jadi kalau ada yang penumpang sakit setelah di cek suhu badannya, saya imbau ditolak saja karena apa bila ada yang terpapar virus corona  penyebaran di dalam kendaraan akan sangat cepat,” tegasnya. *man

BAGIKAN