Dampak Corona, Bali belum Perlu Diisolasi

Virus corona makin merebak. Dari data terakhir di Bali total 50 orang berada dalam pengawasan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Virus corona makin merebak. Dari data terakhir di Bali total 50 orang berada dalam pengawasan. Meski demikian Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjawab pertanyaan wartawan, dalam jumpa pers Kamis (12/3), Bali belum perlu diisolasi.

“Akan kita lihat perkembangan lebih lanjut. Untuk saat ini belum perlu diisolasi. Bali daerah pariwisata dan membutuhkan banyak pertimbangan untuk mengisolasi suatu daerah,” ucap Cok Ace.

Untuk langkah pencegahan penyebaran lebih lanjut, dikatakan, tengah dilakukan koordinasi terkait pelaksanaan foging di tempat umum. Mengingat saat ini telah dibentuk Satuan Tugas Penanggulangan Corona Virus Desease (Covid 19) di Provinsi Bali yang terdiri atas 5 satgas yaitu Satuan Tugas Kesehatan, Satuan Tugas Area dan Transportasi Publik, Satuan Tugas Area Institusi Pendidikan, Satuan Tugas Komunikasi Publik dan satuan Tugas Pintu Masuk Indonesia.

Kondisi terkini di Bali dikatakan berdasarkan laporan Diskes per Kamis (12/3) ada 50 orang dalam pengawasan, 38 orang sudah dinyatakan negatif,  1 meninggal dan 11 menunggu hasil laboratorium.

Kemudian sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Survailance Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan penyusuran terhadap orang-orang yang diajak kontak oleh pasien yang dinyatakan positif (WNA yang meninggal).

Untuk itu telah diperoleh 21 orang yang melakukan kontak dengan pasien dari turun di bandara sampai pasien tiba di rumah sakit. “21 orang ini sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan dan sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat, dan mereka diisolasi dirumah masing-masing tentunya mereka telah diberikan edukasi terkait pencegahan penularan virus tersebur,” tandasnya.

Wagub menegaskan ke depannya harus ada keterbukaan komunikasi dalam penanganan Corona. “Kalau tidak ada keterbukaan saya khawatir ini malah akan jadi bumerang bagi kita,” pungkasnya. *pur

BAGIKAN