Cuaca Buruk Pengaruhi Jumlah Tangkapan Lobster

Cuaca buruk ditandai hujan yang terjadi belakangan ini membuat turunnya jumlah tangkapan lobster oleh nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Cuaca buruk ditandai hujan yang terjadi belakangan ini membuat turunnya jumlah tangkapan lobster oleh nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan. Saat ini lobster produksi nelayan Tabanan banyak terserap untuk pasar ekspor dengan harga jual yang cukup mahal.

Pengelola usaha Tulus Lobster yang merupakan pengepul lobster di Yeh Gangga, Dewa Gede Ada Artana, mengungkapkan saat ini banyak nelayan yang tidak bisa menangkap atau beraktivitas melaut secara optimal. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca buruk yang terjadi, sehingga berdampak pada jumlah tangkapan nelayan. “Tangkapan lobster sepi sekali saat ini. Mereka memilih libur karena pengaruh cuaca buruk dan kondisi ini sudah terjadi sejak Februari lalu,” tuturnya, Senin (8/3) kemarin.

Dijelaskannya, saat ini rata-rata pasokan sekaligus stok lobster dari nelayan hanya berkisar 10-15 kilogram sehari dengan harga jual Rp 330.000 per kilogram. Harga ini mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang sempat berada di level Rp 400.000 per kilogram. Penurunan harga ini sudah terjadi sejak lima hari terakhir.

Ia memprediksi penurunan harga yang terjadi oleh serapan lobster untuk pasar ekspor khususnya ke Tiongkok akan kembali normal pascamomen perayaan tahun baru Imlek di negara tersebut. Permintaan pasar yang normal juga berpengaruh pada harga jual lobster di tingkat lokal. “Momen hari raya di negara importir ini sudah habis, sehingga harga lobster kembali ke posisi normal saat ini,” ujarnya.

Menurut Ada Artana, meski harga lobster turun, harga saat ini masih terbilang cukup bagus karena di atas posisi normal. Selama ini posisi harga normal untuk lobster berada di kisaran Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per kilogram.

Sementara itu, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan Ketut Arsana Yasa menyatakan, cuaca buruk yang ditandai potensi terjadinya hujan dan gelombang tinggi akan membayangi aktivitas nelayan hingga dua hari ke depan. Ketinggian gelombang akan berada di kisaran sedang hingga tinggi atau 1,5 meter – 2,5 meter.

Terkait potensi terjadinya cuaca buruk, ia mengimbau nelayan lobster biasanya tetap melaut lebih waspada. Jangan memaksakan melaut kalau tidak memungkinkan. Lebih baik menunda aktivitas melaut sampai kondisi kembali normal. *man

BAGIKAN