Corona Meluas, Kebutuhan Bahan Pangan Sektor Pariwisata Turun hingga 75 Persen

WABAH corona yang telah menyerang beberapa negara termasuk Indonesia, membuat sejumlah negara memberi imbauan kepada masyarakatnya untuk tidak bepergian dalam beberapa waktu.

WABAH corona yang telah menyerang beberapa negara termasuk Indonesia, membuat sejumlah negara memberi imbauan kepada masyarakatnya untuk tidak bepergian dalam beberapa waktu. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali tentunya menerima dampak. Kunjungan wisatawan pun menurunnya. Hal ini memberi banyak pengaruh terhadap mata pencarian masyarakat, termasuk suplai produk pertanian atau bahan pangan yang mengalami penurunan.

Tidak hanya para pekerja di sektor pariwisata yang terdampak dari menurunnya kunjungan wisatawan ke Bali yang membuat hotel dan restoran sepi. Masyarakat yang mengandalkan penghasilan di sektor pertanian terlebih perdagangan juga merasakan pendapatannya menurun. Seperti halnya pedagang yang mensuplai produk bahan pangan ke hotel dan restoran menyerukan menurunnya permintaan sejak beberapa hari terakhir.

Salah seorang pedagang buah di Pasar Badung Sang Ayu Anggawati mengatakan, penjualan produk ke sektor pariwisata menurun hingga 75 persen. Kebanyakan langganannya mengurangi jumlah belanja saat menghadapi pelemahan sektor pariwisata saat ini. “Seperti, langganan hotel dan restoran yang biasanya membeli 10 kilogram buah kini hanya membeli 3 kilogram. Jadi permintaan jauh menurun,” ungkapnya.

Saat hari raya lalu yang biasanya permintaan meningkat signifikan, tidak dirasakan saat ini. “Pada H-1 Kuningan contohnya, permintaan harusnya berlipat-lipat, karena besoknya kami libur. Hotel dan restoran pasti akan menyetok persediaan. Namun kali ini tidak terjadi,” ujarnya.

Dirinya pun sempat mengaku merugi, karena banyaknya stok yang disediakan namun tidak dibarengi dengan permintaan.  Di samping itu, Sang Ayu juga mengatakan daya beli masyarakat sekarang melemah yang banyak di antaranya menekan jumlah belanja.

Hal senada juga dikatakan pedagang buah lainnya, Jro Wiwik.  Para langganannya yang menjadi suplayer hotel pun dikatakannya mengurangi permintaan.

Demikian juga yang dikatakan oleh salah seorang petani sayur, Agung Weda. Secara makro,  dia yang mensuplai produk pertanian ke hotel, restoran, supermarket dan pasar becek juga mengaku mengalami penurunan penjualan. “Secara makro memang terjadi penurunan. Untungnya karena mensuplai banyak sektor, jadi masih bisa jalan,” ujarnya.

Perekonomian Bali yang bergantung pada sektor pariwisata memang akan berdampak menyeluruh saat kunjungan wisatawan melemah.

Pengamat ekonomi Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., Ak.,  belum lama ini mengatakan, sektor pariwisata memberikan multiplayer efect terhadap sektor lainnya, khususnya di Bali. Hal ini akan membuat daya beli masyarakat. *wid

BAGIKAN