Corona Berdampak Global, Pariwisata Bali Jadi Lesu

Virus corona sudah menjadi ancaman global yang juga berimbas pada pariwisata Bali.

PARIWISATA - Sektor pariwisata Bali mengalami purunan akibat corona.

Denpasar (bisnisbali.com) –Virus corona sudah menjadi ancaman global yang juga berimbas pada pariwisata Bali. Ketua Ikatan Cendekiwan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Dr. I Putu Anom, S.E, M.Par, mengatakan imbas corona akan membuat sektor pariwisata Bali lesu.

Semenjak Indonesia terjangkit corona, wisatawan mancanegara (wisman) dunia akan mempertimbangkan untuk  berkunjung ke Indonesia termasuk ke Bali. Pada bagian lain, negara yang menjadi pasar utama pariwisata Bali seperti Amerika, Eropa dan Amerika juga sedang menghadapi ancaman penyebaran virus corona.

Anom menjelaskan saat menghadapi ancaman virus corona, mereka juga melarang warganya untuk bepergian keluar negeri karena penyebaran corona bersifat global. Ini secara jelas dapat menurunkan pendapatan pariwisata Bali.

Corona sudah pasti akan menurunnya geliat perekonomian Bali. Sejak merebaknya virus corona di Tiongkok sudah tidak ada lagi penerbangan dari dan ke negara Tiongkok.

Imbas ancaman corona yang mengglobal terjadinya penurunan aktivitas penerbangan dari dan ke negara-negara selain Tiongkok. Ini terutama negara-negara yang sudah banyak penduduknya yang terjangkit virus corona. “Bahkan justru ajang bergengsi promosi pariwisata internasional ITB Berlin-Jerman juga dibatalkan akibat corona,” ucapnya.

Lebih lanjut Anom menyampaikan sudah ada warga di Indonesia yang terdeteksi positif corona. Virus yang berbahaya ini sangat menggoncang industri pariwisata dunia.

Ini ditandai dengan menurunnya pergerakan wisman maupun wisatawan domestik (wisdom) ke Bali.

Bali sebagai Daerah Tujuan Utama (DTW) di Indonesia benar-benar terkena dampak virus corona.  Ini terlihat telah terjadi penurunan drastis tingkat hunian kamar hotel, menurunnya tingkat penjualan restauran, rumah makan, barang-barang kerajinan, dan transaksi money changer.

Imbas corona juga berdampak penurunan kunjungan ke daya tarik wisata, menurunnya wisatawan yang memanfaatkan jasa atraksi wisata tirta di perairan, atraksi arung jeram di sungai dan semua jenis daya tarik wisata aktivitasnya nampak menurun drastis.

Putu Anom menambahkan smua penurunan kunjungan wisatawan tersebut tentu akan berdampak pada pendapatan industri pariwisata. Serapan produk pertanian lokal, termasuk produk kerajinan lokal untuk kebutuhan wisatawan mengalami penurunan drastis. *kup

BAGIKAN